Kisah Sedih di Hari Kamis

hooshhh hoosshhh hosshh…

ceritanya mestinya BAHAGIA karena ini adalah perjalanan pulang ke kampung halaman, TAPI apalah daya berhubung saya tidak punya kekuasaan terhadap sebuah penerbangan di Indonesia ini walhasil si saya dan mister terlunta-lunta jadilah kisahnya sedih..huks..nangis guling-guling sambil pegang lolipop..

Sebelumnya, maaf kalau ada yang tersinggung.
Terpaksa saya sebut merek penerbangan, bukan berarti menjelek-jelekkan penerbangan tersebut, TAPI dengan penuh harapan semoga cerita ini dapat menjadi sebuah refleksi bagi penerbangan ini. PLEASE dengarkan keluhan penumpang, perbaiki kinerja perusahaan anda, dan dengan sendirinya penumpang akan memberikan kesan baik pada perusahaan anda.

Penerbangan saya dari Jakarta menuju Jambi pada tanggal 17 Mei 2012 check-in time 2 jam sebelum boarding time yang tercantum pukul 10.30 WIB dengan penerbangan Batavia Air. Tiket dibeli sebulan sebelum keberangkatan dengan cara online dan ATM payment. Berpuluh kali saya terbang dan membeli tiket online tidak pernah ada masalah.

Oke cerita dimulai dari check-in di loket Batavia terminal 1c, karena posisi kami di Bandung dengan bagasi yang cukup banyak (biasanya kalau terbang maksimal berat bagasi cuman 15 kg) sejumlah 51 kg..huhhh!!! maka check in lebih awal itu lebih baik jadi bisa ngurusin perut dulu. Pukul 08.00 WIB setibanya di terminal 1c kami langsung check in..you know what happen?? perbincangan si mbak yang melayani loket check in kepada saya :

Mbaknya : “Mbak tiketnya pernah di cancel?” 
Saya : “ya nggaklah mbak, kan jadwal terbang saya sudah fix”
Mbaknya : “Ini kode bookingnya nggak ketemu”
Saya : “kenapa mbak? 2 hari yang lalu saja ada telefon dari Batavia Air mengabarkan perubahan jadwal penerbangan DJB-CKG”
Mbaknya : “sudah dibayarkan ya Mbak?”
Saya: “Ya sudahlah, menurutmu..itu kan ada tulisan ATMPaymentnya”
Mbaknya : “Mbak di urus dulu aja di loket … (lupa namanya, yang pasti tempat pengaduan)”
Saya : “oke!”  dengan tampang bete, apa-apaan ini.
 

Selanjutnya tiket di urus oleh mas-mas di loket yang isinya tempat keluhan penumpang, tahukah anda sampai di loket tersebut memang bener-bener tempat keluhan, sejumlah orang komplain serabutan, petugasnya cuman 3 orang, yang protes banyak bangeeeeett..saya pikir ini loket check in bandara atau pasar kaget ya..ckckck..menunggu lama, akhirnya ada juga yang peduli sama tiket saya.

Masnya : “Sebentar ya Bu, tiket ibu memang sudah terdaftar di reservasi online, tapi tidak muncul di Webpage check in”
Saya : “oke! di tunggu”

Si gue lagi sabar hari itu, nggak ngamuk karena masih punya banyak waktu buat nunggu, kebayang kalau baru check in sejam sebelum jadwal penerbangan, pasti sudah kebakaran poni.

Menunggu lamaaaaa dan berhasil check in dengan menghabiskan waktu 1 jam 15 menit..ckckck rekor check in selama ini. Whatever yang penting boarding pass sudah di tangan.

Cerita berlanjut di ruang tunggu, SURPRISE!!!! tempat duduk sebanyak itu dan sekarang ruang tunggu di terminal 1c itu kan sudah tergabung antara koridor ruang tunggu yang satu dengan yang lainnya, itu berarti volume kursi juga bertambah. Semua kursi PENUH, untunglah masih nemu tempat duduk. TERNYATA masalahnya adalah penerbangan yang mestinya terbang jam 08.00 sampe kita masuk ke ruang tunggu jam 10.00 WIB itu belum juga berangkat, bukan itu aja penerbangan pagi ke hampir seluruh tujuan itu DELAY semuaaaa..astaghfirullah..tepok jidat, lha yang pagi aja belum berangkat gimana gue yang mau berangkat jam 10.45 *Sigh…

Boarding Time : 10.30 WIB waktu yang ditunjukkan di boarding pass dilalui tanpa ada tanda-tanda keberangkatan, selama masa menunggu sudah terdengar beberapa kali permintaan maaf dari Batavia Air atas keterlambatan jadwal penerbangan untuk beberapa tujuan. Oke..saya terbang memang dengan tiket murah hanya Rp. 300k an dan kompensasi yang seperti ini, oke diterima. 10.45 masih duduk manis di kursi ruang tunggu, tidak ada pemberitahuan akan keterlambatan pesawat. Baru pukul 11.20 WIB petugas mengumumkan pesawat tujuan Jambi baru akan tiba pukul 13.00 menunggu kedatangan dari Makasar. Oke saya keluar dulu nyari makan dan sholat (makanan sudah dibagikan, tapi si mister nggak suka, karna nggak cocok).

Pukul 13.00 WIB berlalu tanpa ada pemberitahuan, 13.30 pesawat dari Makasar sudah tiba, berharap dapat terbang cepat, dan akhirnya baru dipanggil untuk boarding pukul 13.45 WIB. Biasanya waktu untuk langsung door closed maksimal 20 menit, dan sampai pukul 14.15 WIB pintu juga belum ditutup, di dalam kabin pesawat ACnya nggak terasa (dan nggak bisa di setting), alhasil keringat bercucuran karena panas bangeet.

Pramugari menginfokan bahwa “Mohon maaf atas keterlambatan, AC di pesawat sedang ada gangguan dan akan kembali normal setelah di udara. Penerbangan akan menuju Jambi, dikarenakan surat-surat yang akan dibawa masih disiapkan, maka kita mesti menunggu dulu untuk beberapa saat ” si gue menjawab “yaelah daahhh udah 4 jam delay, surat belum siap, ngapain aja Mbak?” sambil kipas-kipas dan elap2 keringat yang berjatuhan akibat gravitasi.

Finally, pukul 15.00 WIB pesawat berangkat, dan AC mulai mendingin dan saya bisa tidur…

Kesimpulan pada hari tersebut hampir seluruh penerbangan dengan BATAVIA AIR mengalami DELAY, dan saya kebagian delay 5 jam. Helloo para anggota management pesawat please deh, beruntung saya pergi untuk sekedar liburan, meskipun sampai Jambi saya tidak dapat speed boat lagi untuk sampai ke rumah, dan harus sewa mobil dengan jalan tanah di Tanjung Jabung Timur dan harganya yang bisa dipake jatah makan selama 3 minggu. Kebayang kalau saya pergi untuk tujuan meeting atau keperluan mendesak yang lain, sepertinya mesti balik kanan. Dan akhirnya paham kenapa loket pengaduan jadi seperti Pasar Tanah Abang, karena memang tidak memuaskan penumpang.

Tiket penerbangan memang di jual murah, dan kualitas memang tidak bisa dipertanggungjawabkan, penumpang anda adalah keuntungan anda, lha kok disia-siakan, klo begini terus layanan dari BATAVIA AIR ya sudah pasti, penumpang banyak yang bersumpah tidak akan menggunakan penerbangan anda, dan akhirnya anda yang pailit.

Hello, please wake up!!  Sekarang masyarakat Indonesia sudah mulai cinta dengan kata on time, kalau begini terus apa jadinya penerbangan ini. Transportasi Indonesia akan makin terpuruk jika anda tidak ikut serta dalam memberikan pelayanan terbaik.

Tiga minggu sebelum perjalanan ke Jambi, penerbangan yang saya lakukan adalah Bangka dan seminggu kemudian adalah ke Lampung, dengan penerbangan Lion Air dan Sriwajaya Air, kedua penerbangan ini juga mengalami DELAY “meski” cuman 1 jam. Huhh sepertinya Best service dari penerbangan Indonesia kecuali GA itu adalah DELAY.

Indonesia negeri maritim, tapi perjalanan menggunakan kapal akan memakan banyak waktu, sedangkan moda transportasi darat jarak jauh tidak juga begitu nyaman, dan kembali kepada kendala waktu yang banyak terbuang karena jauhnya jarak yang mesti ditempuh. Sehingga masyarakat sudah banyak yang beralih menggunakan transportasi udara dengan harapan cepat tiba sampai tujuan. Bukankah alasan ini menjadi lahan basah bagi para pemilik penerbangan, dan masyarakat sungguh akan membayar mahal jika itu memberikan kenyamanan pagi penumpang..worth it kan!!

Sama-sama senang dan saling menguntungkan itu akan lebih baik.

Masa’ mau ke Jambi saja butuh waktu 8 jam di Bandara. NGGAK MASUK AKAL!!!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s