Gadget Baruu

Sebenarnya tidak tepat kalau dibilang gadget baru, tapi lebih tepatnya penyakit baru😦

Has been long time ago, sejak merasakan pandanganku tidak seindah mata normal huhu..dulu-dulu sempet periksa ke optik-optik dan selalu dibilang cuman kecapekan kelamaan di depan komputer ini neng, klo banyak istirahat perlihatannya normal lagi kok. Itu statement yang selalu dibilang sama si mbak-mbak tempat periksa mata. Periksanya sih awalnya pake yang otomatis itu lho klo disitu emang ngeri keluar angkanya haha..trus dites pake yang manual ehh malah dibilang normal. Bersyukur aja matanya masih baik-baik saja, tapi aneh makin dirasa pandangan makin kacau hihi…

Diputuskan pergi ke dokter mata awal bulan Desember ini dan ternyata memang sudah minus -1 ditambah silindris juga huks, kata temen-temen dikostan yang kacamatanya sudah pada -3 bilang “masih kecil” atau ada yang bilang “-1 doang” haha parah ya mereka.

Cerita dibalik periksa mata ke dokter lucu lho..sama dokternya malah bercanda-canda karna sebelumnya belum pernah pake kacamata, periksanya kan juga tebak-tebak (*baca) huruf-huruf dan angka gitu disebutnya Snellen Charts. Sebenernya ngebaca sih apa tulisan yang muncul pada Snellen Charts yang ditampilkan tapi karna nggak keliatan jadinya tebak-tebakan trus si dokternya bilang “salah” hahaha itu untuk setiap huruf yang kita baca nggak bener hihi seriusan ini permainan tebak-tebakan😀

Beberapa kali periksa mata, setiap kali pula harus membaca Snellen Charts ini ngerasa aneh karna huruf pertama yang dibaca selalu E. Ternyata penempatan huruf E itu merupakan penjabaran Snellen mengenai formula untuk melihat kemampuan mata dalam menangkap detail suatu obyek. Formula itu ditetapkan oleh Dr. Frans Cornelis Donders, dokter mata asal Belanda, yang ketika itu berpengaruh besar dalam bidang kedokteran mata di dunia.

Donders memberikan formula bahwa untuk bisa mengukur kemampuan mata dalam melihat detail suatu obyek pada jarak tertentu, maka obyek tersebut harus memiliki pola tiga garis pararel. Nah, huruf E memenuhi kriteria tersebut sebagai objek yang paling mudah dikenali. Orang yang memiliki gangguan penglihatan, pada jarak tertentu, mungkin akan melihat huruf E sebagai B atau F.

Sebelum huruf E diletakkan sebagai jajaran pertama Snellen Charts, si Professor Snellen ini menempatkan huruf A pada chart tersebut, dan ternyata penemuan ini sudah sangat lama sekali yaitu tahun 1862 huaa subhanallah sekali orang dulu memang sudah berpikiran maju ya😀

Ketika periksa mata kemarin Snellen Charts ini juga dikombinasikan dengan angka-angka yang disusun random dengan huruf, jadi klo ngebaca 8, 9, 3, 0 itu rasanya sama aja hahaha…Oiya periksa matanya di kliniknya kampus tercinta Bumi Medika Ganesha, mumpung jadi mahasiswa jadi cuman bayar 10 ribu doang hahaha, ditambah dapat vitamin mata dan obat tetes mata.

Setelah selesai dikerjain dokter matanya, selanjutnya nyari lensa dan frame nya di optik, yang ini juga nggak ngerti sama sekali mana yang mesti dibeli haha..si masnya yang ngejaga si optik di salah satu gerai optik di Ciwalk ini dengan sabar memberikan tips-tips memilih kacamata sesuai dengan jenis muka (kirain semua kacamata cocok buat muka kita :p )

Tips-tips dari si mas nya :

  • Untuk muka bunder (kayak mukaku ini) jangan memilih frame kacamata yang petak karena akan terlihat bentuk muka tidak rapi dan tak enak dipandang. Jadi sebaiknya para pemilik muka bunder pilihlah frame yang berbentuk elips itu akan lebih sesuai dengan bentuk muka yang bundar.
  • Untuk muka yang kotak dan cenderung lonjong, frame kacamata dapat dipilih yang berbentuk petak, elips juga cocok untuk pemilik muka bentuk ini.
  • Untuk pemilihan bentuk framenya sendiri bagi pemula (baru kali pertama pake kacamata), sebaiknya memilih kacamata yang full frame untuk menjaga kondisi lensa. Khususnya untuk orang yang nggak bisa diem, kalau dipilih frame yang hanya dikaitkan pada lensanya saja itu dikhawatirkan pengguna belum terbiasa dalam perawatan dan pemakaian kacamata dan si lensa akan cepat lepas. (*secara lensa mahal, mending cari yang aman sajo).
  • Untuk pemakai kacamata yang selalu berada di depan PC/Laptop disarankan memilih lensa yang dilengkapi dengan anti radiasi.
  • Untuk pemakai kacamata yang sering ke lapangan darat/laut (khususnya para engineer yang sering melaut *bukan nyari ikan ya), disarankan pakai kacamata yang bisa berubah warna kalau pas di luar ruangan si kacamata cenderung berwarna cokelat gelap, sedangkan di dalam ruangan warna kacamata akan terlihat bening, istilah kacamatanya awak lupaaa… *tepok jidat
  • Selain itu frame kacamata untuk yang sering melaut juga ada khusus lho biar nggak cepet karatan si framenya.

Demikian tips-tips dari mas yang jaga optik di Ciwalk, nah lengkap ya..dari sini saya jadi tau what should I do to choose my gadget.

Tadaaaa…sudah tunjuk satu bintang nih, akhirnya pilihan jatuh di frame yang bermerk REVLON (ups sebut merk), baru tau kalau REVLON juga mengeluarkan produk kacamata kirain make-up doang hihi..

Lucu kan kacamatanya hehe..warna frame luarnya hitam, tapi dalamnya warna pink..kenapa nggak cari yang orange..YANG ORANGE nggak ada yang bagus modelnya. Hmm setelah pake kacamata ternyata baru nyadar dunia itu indah secara jelas (*yang ini lebay).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s