Pasca Operasi

17 September 2011, ceritanya sudah mempersiapkan mental untuk menghilangkan semua gigiku yang tumbuh abnormal. Sabtu Pagi jam 7.45, Bismillah berangkat RSGM di Jl. RE Martadinata a.k.a Jl Riau katanya disana biaya Odontektomi lebih murah, ngantri daftar sebentar sambil lihat list harga memang relatif murah sih kelas 1 = 250.000, kelas 2 = 500.000 dan kelas 3 = 700.000. Berhubung odon gigiku berada di kelas 3 maka cukup mengelus dada karena harganya masih cukup terjangkau (*sedikit melotot sih).

Setelah nomor urut pendaftaran dipanggil, masuk ke ruang 4 (Ruang Bedah Mulut) dan berjumpa dengan 2 Dokter wanita dan 1 asisten dokter yang menyatakan tidak bisa mampu mengeluarkan gigi horizontalku…pasalnya odontektomi bukan lagi kelas 3 tapi kelas 4 haha padahal kelas 4 itu tidak ada dalam list kedokteran gigi, dokter menyarankan untuk dioperasi di rumah sakit besar seperti di RS Hasan Sadikin (RSHS) atau RS swasta. Merasa dilempar-lempar oleh para dokter-dokter gigi ini akhirnya ke RSHS dan ternyata Sabtu tidak ada pelayanan gigi disana hahaha…lumayan sedekah parkir sribu rupiah untuk RSHS.

Runding temu runding akhirnya memutuskan untuk mencoba ke Borromeus meskipun diduga biayanya akan lebih mahal dibandingkan dengan RS yang berstatus negeri, benar memang di RS ini untuk cabut giginya saja sudah habis 1 jutaan itu belum dengan obat, it’s okelah daripada aku terserang nyeri gusi dan migrain berkepanjangan di usiaku yang baru 24 ini. So bersama Prof. Dr. Harmas di klinik Bedah Mulut akhirnya diputuskan untuk diangkat 1 gigi saja, sang Prof Dokter menyatakan “bisa sih kalau mau dicabut dua gigi sekaligus tapi biasanya nggak kuat” haha..pernyataan beliau TERBUKTI.

Selama kurleb setengah jam, dengan membelah gusi, memotong gigi jadi dua bagian, dan mencabut giginya, setelahnya nggak bisa makan, pipi bengkak sebesar apel fuji, nggak bisa gosok gigi, makannya cuman bubur dan yang lainnya yang lunak-lunak, nggak bisa mangap, ditambah bibir yang lecet-lecet kena alat-alat operasi. huaaaa masih bersyukur Alhamdulillah cuman satu gigi yang dicabut, kebayang kalau 2 gigi yang dicabut sepertinya selama bengkak melanda, daku mesti di infus untuk mendapatkan asupan makanan.

Dokternya bilang kalau bengkaknya hanya 2-3 hari saja, dan ternyata unpredictable sudah 4 hari dari hari mulutku dikerjain belum juga ada tanda-tanda bengkaknya berkurang, yang ada sekarang leher kirinya juga ikut menggembung, kayak punya penyakit gondok. Astaghfirullah…ternyata sesuatu yang tidak normal itu memang tidak ada enaknya huks huks…

Dari pengalaman cukup tragis dengan gigi geraham kiri ini, dan gigi geraham kanan juga punya nasib yang sama, tapi diputuskan untuk YASUDAHLAH..awak KAPOK haha..apapun yang terjadi tidak akan operasi gigi lagi hihi..semoga gigi kanan tidak sejail gigi kiriku walaupun posisinya juga diagonal.

Gusiku sayang cepet sembuh ya, jangan mengganggu program penggendutan badanku ya ^_^

 

 

2 thoughts on “Pasca Operasi

  1. Sing sabar kak di🙂 temen kosan kiki malah 4 graham yang harus dioprasi (2 atas 2 bawah). Tapi sama kek kak di, cukup satu dulu tp efeknya gak mo lagi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s