Tas Kainku Diplototin

Kali kesekian belanja nggak pernah pake kantong plastik, klo beli jajanan atau sedikit belanjaan selalu bilang ke mbak nya di kasir “nggak usah pake kresek Mbak”, mbaknya selalu maklum karna belinya palingan makanan ringan, atau satu biji sabun mandi atau apalah yang memang jumlahnya sedikit.

Nah kalau belanja bulanan yang otomatis jumlahnya banyak biasanya dari kostan sudah siap-siap bawa dua tas besar yang bisa di cangklong di bahu kanan dan kiri (klo naik motor nggak ribet), atau kosongin aja tas laptop tinggal digendong dengan isian belanjaan hehe…di tas untuk ke kantor pasti ada tas kain kecil juga klo tiba-tiba pengen belanja, intinya menghindar sebisa mungkin dari yang namanya kantong plastik.

Nah kemarin belanja di supermarket buat beliin titipin mama, seperti biasa dengan satu tas cangklongku yang gedeee…(*bisa buat bawa bayi kali ya) hahaha..aku bilang ke Mbak di kasir “Mbak di masukkan ke tas saya saja, nggak usah pake kresek” tau respon Mbaknya gimana? “melotot dia” hahaha mbak yang sedang melotot aku kasih senyum termanis yang aku punya hihi..kata mbak nya sambil sedikit jutek dan jawaban singkat “oke”

Heran deh sama Mbak nya, harusnya dia bersyukur kreseknya di hemat sama costumer baik hati seperti diriku hihi…di jaman yang sudah serba kritis ini memang seharusnya kita mengurangi penggunaan bahan2 yang tidak ramah lingkungan, kalau di rumah di Jambi mama kalau belanja selalu bawa tas dari rumah sendiri dan aku nggak pernah tau alasannya kenapa walaupun masih ada beberapa terlihat kresek kecil untuk memisahkan barang-barang seperti sabun, ikan, daging di pisah dalam kresek yang berbeda2. Ternyata mama sudah punya kebiasaan baik dan aku telat menyadarinya huks😦 tapi setidaknya aku sudah mulai mengurangi plastic bag.

Di kota besar seperti Bandung penggunaan plastic bag memang sudah overdosis banyaaaaaakkkk bangeet, dan bahkan banyak orang-orang terpelajar juga masih jauh dari sadar mengurangi penggunaan kresek ini. Sangat disayangkan sebenernya, kita masih bisa mencintai lingkungan dari hal-hal yang kecil seperti ini.

Ayoo kurangi penggunaan plastic bag semaksimal mungkin. (*ada untungnya dulu ikut seminar-seminar nggak buang tas kainnya, dan sekarang bener2 ngerasa tas-tas kain itu sangat useful).

Cerita lain, kurangi juga penggunaan air. Hihi tau nggak aku nggak bisa tidur klo denger air mengalir dari kran, selain brisik juga kepikiran nanti klo penuh nggak ada yang matiin, secara kalau di rumah Jambi kami memanfaatkan air hujan untuk konsumsi sehari-hari (padahal air hujan tidak baik karna kandungan asamnya sudah tinggi), dan untuk konsumsi kegiatan rumah tangga menggunakan sumur bor yang airnya rada asin😦 Itu mengapa pas tinggal di Bandung bener-bener merasakan tidak bisa membiarkan air terbuang, sayang banget rasanya.

Tapi karna masih dikostan yang ditinggalin sama orang yang punya watak berbeda-beda walau kuliah di tempat yang sama, jadi kesadaran akan kebersihan kostan, penggunaan plastic bag, pemakaian air tidak bisa kita atur sendirian. Daripada ribut, palingan bisa mengingatkan sekali dua kali saja. Selebihnya cari damai saja Bu😀

Ayo cintai lingkungan kitaaaaa🙂

One thought on “Tas Kainku Diplototin

  1. naaah, klo habis belanja dan tidak bisa menghindari kantong plastik, diusahakan plastiknya tetap bersih dan dilipat rapi. Dikumpulkan terus diberikan kepada penjual. Misalnya penjual nasi di deket kosan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s