Ribetnya jadi Orang Jawa

Tertarik dengan permasalahan yg lagi di hadapi, dan berkeliarannya iklan-iklan primbon di televisi dengan ciri khas : Mbah-mbah berblankon/bersanggul lengkap dengan aksesoris pakaian jawa (padahal ini hanya sekedar usaha mereka bisa mendapatkan penghasilan untuk bisa menafkahi keluarga, sedangkan kebenarannya mungkin hanya 0.00001 % dari sekian orang yang bertanya – *thinking, sesulit itukah menafkahi keluarga).

Huhhh…mari kita runut apa yang bikin ini jadi ribet

1. Masa Gadis (Klo masih bujang g tau nih, soale ane kan cewek :p)

Kata Mbah-mbah yg beberapa saya ingat petuahnya gini :

  • Klo makan jangan ditengah pintu, nanti yg mau ngelamar balik lagi (hihi..yg ini aneh lho ngapain jg makan ditengah pintu, secara angin berhembus kencang yg membawa bakteri dari antah barantah, klo masuk ke makanan trus jadi penyakit, ya salah sendiri apalagi penyakit yg dibawa sama sang angin H5N1, weeewwww….)
  • Klo nyapu harus bersih jangan sampe ada yg kececer nanti suaminya brewokan (hahaha..klo yg ini bantahnya simpel “tinggal dicukur aja”)
  • Klo pas makan kentut, cuci tangan lagi trus lanjut makan, biar nanti pas lagi ijab kabul nggak kentut (lho sebenernya esensinya klo makan sambil kentut kan emang g sopan, apalagi kentutnya bauuu..hueekkk keluar lagi deh makanannya, lagian sekarang makan jg udah pake segambreng bantuan-sendok,garpu,pisau,sumpit- meski dianjurkan cuci tangan pake sabun setiap 15 menit, tetep aja esensinya g masuk akal)
  • Klo makan jangan duduk di lesung (anak jaman skrg lesung aja nggak pernah liat), katanya biar pas ngelahirin nggak sambil poopp
  • dkk

masih banyak lagi, tapi pada lupa apa aja petuahnya…yang pasti aneh2 dan suka nggak masuk akal, hihi anak2 skrg sudah pada sekolah ngerti ilmu dan di sekolah mereka sudah diajarkan berpikir mandiri dan tidak jarang diajari untuk “ngeles” hmm tanpa hitungan menit keluar aja ide buat ngebantah yg pasti dihubungkan dengan alasan yang lebih realistis.

2. Pernikahan (buat yang sedang berpacaran, ta’aruf, dan bersiap masuk ke fase pernikahan)

setelah masa-masa gadis dijalanin, sang gadis sudah dewasa dan sudah waktunya masuk ke fase pernikahan, kirain udah selesai petuah-petuahnya dari si Mbah dan kalian tau ternyata ini fase MENAKUTKAN…(*boleh nggak klo aku bilang petuah dan kepercayaan itu JAHAT)

ada yang baru saja berkenalan, mengajukan proposal kepada calon (pria/wanita) di proposal tertera harus lahir bukan di hari “x” misalnya karna nanti pasarannya akan jatuh dihari nomor jelek, kayak dihitungan ini ini

setelah sang murabi mencarikan pasangan yg dimaksud dalam proposal ditemukanlah orang yang malah lahir dihari dimaksud, jadinya diputuskan untuk menunda menikah padahal sang calon punya agama yang baik, wajah nan elok, pribadi yang baik, dan keturunan yang baik. sang pengaju proposal malah berdosa karna menunda niat ini karna alasan yg tidak pernah diajarkan oleh agama yang penuh dengan kemudahan dan petunjuk yang benar (*Read Agama Islam).

Kasus lain ada yang sudah berpacaran sampai 7 tahun, selama berpacaran mereka adem ayem, dan diputuskan untuk menikah, ternyata pas dihitung-hitung jatuhnya jelek lagi, dan mereka tetep ambil jalan ini dengan tetap berpositif thinking, saling menyanyangi, bahu-membahu, pengertian dan tidak malu untuk mengaku salah, akhirnya mereka bahagia tidak ada perselisihan yang mengatasnamakan weton, primbon atau apalah, karna panutan mereka Al-Qur’an dan Hadits, dan mereka percaya Allah telah mengatur umur dan rejeki mereka.

Like me, dari hitungan yg ada dan MENYESAL KENAPA ITU HARUS DIJADIKAN PANUTAN bahwa kehidupan pernikahan kelak tidak baik, dan itu dijadikan masalah sekarang…lho kenapa masih percaya sih!!! honestly, I don’t like this issue…

Sekarang sedang mikir TRUS MAU GIMANA??? out of mind @.@

23 tahun aku hidup, diajarkan untuk menjadikan Al Qur’an dan Hadits sebagai panutan dalam menjalani hidup ini, jangan pernah percaya sama mitos-mitos yang pernah ada..dengan Al Qur’an dan Hadits yang sudah jelas membawa petunjuk yang benar, insyaallah hidup akan selamat, bukannya Allah sudah banyak menjanjikan hal-hal yang baik dalam Al Qur’an dan janji Allah pasti ditepati, sedangkan kesesatan dengan percaya kepada yang tidak diajarkan dan tidak diperintahkan oleh Allah itu adalah kesesatan yang nyata, itu bisa dinyatakan bid’ah dan tidak bisa menerima hal seperti ini..

3. Kehamilan

Masih juga dikasih mitos neko-neko di masa ini…

  • Klo hamil, g boleh sembelih hewan nanti anaknya cacat
  • harus bawa sisir kemana-mana (klo jilbaban, kok centil amat bawa2 sisir)
  • Klo ngidam harus diturutin (padahal ngidam itu nafsu belaka, sedangkan agama mengajarkan jangan menurutkan nafsu, karna nafsu itu datang dari setan)
  • Klo tiga bulan ada istilah “neloni” hmmm…yang ini entah apa maksudnya, klo menurut agama ketika kurang lebih 4 minggu umur kehamilan, Allah meniupkan nyawa ke si jabang bayi, sehingga dimasa ini kita harus bener2 banyak berdo’a semoga jabang bayi dan anak kita selalu dalam lindunganNya di jalan yang baik, intinya berdo’a yang baik dengan rajin2 membaca Al Qur’an dan sholat.
  • setelah itu tujuh bulan, pake ritual mandi kembang + injek telor, si suami pecah degan klo miring anaknya cewek, klo identik belahnya berarti anaknya cowok (lho klo orang g pernah pegang parang dan g biasa belah degan, emang bisa sekali tebas langsung kebelah itu degan) huaaaaa…
  • dkk (belum hamil jadi nggak tau banyak)

itu baru sampai masa kehamilan nanti klo sudah anaknya lahir ada lagi yang ari2 harus dikubur dikanan atau kiri rumah, klo mulai merangkak ada apa lagi, klo mulai jalan ada apa lagi…yang pasti RIBEEEETTT…

Menyikapi dari berbagai hal tersebut, kita hidup di era yang sudah serba canggih tapi dituntut untuk tidak melupakan adat istiadat yang telah berlaku turun temurun, pendapat saya klo itu tidak masuk akal, dan tidak seiring dengan ajaran agama Islam kenapa harus diikuti, be positive thinking dengan selalu berhati-hati dengan segala warning yang telah diramalkan, jangan pernah percaya dengan begituan, klo kita percaya sama itu berarti kita sudah syirik (naudzubillah) sedangkan klo kita tidak menganggap itu benar tetapi didalam hati terdalam masih ada terbersit rasa was-was akan hal itu Allah tidak akan menerima sholat kita selama 40 hari (naudzubillah)….

Agama Islam itu selalu membawa kemudahan, yang masih single diizinkan untuk mencari pasangan yang sesuai yang cocok dan enak dipandang sebagai pendamping hidupnya, jika sudah mampu untuk menikah maka menikahlah, setelah menikah Allah akan menyatukan mereka dalam kebahagiaan dan menambahkan rejeki mereka, Subhanallah…Allah dengan janji yang pasti ditepati senantiasa bersama kita, ketika kita melakukan amal kebaikan, menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang olehNya, selalu berdo’alah dan memohon perlindunganNya insyaallah Allah selalu memberikan perlindunganNya. Sedangkan maut 100% digenggam oleh Allah, ketika Allah masih memberikan kesempatan untuk kita tetap beribadah di jalanNya, Dia akan memberikan kesempatan kepada kita, dan ketika Dia sudah menginginkan kita untuk kembali kepadaNya tidak ada satu makhlukpun yang bisa menghalanginya.

Semoga hal-hal yang dapat menjauhkan kita dariNya bisa segera terselesaikan, Ya Rabb bantu kamii.. amin

wallahua’lam bisawab

2 thoughts on “Ribetnya jadi Orang Jawa

  1. amin.. mnrt sy klo ada yg mau mengikuti silahkan saja, yg tidak mau jg tidak ap, yg penting jangan mengejek org yg melakukannya. mungkin ada sejarah masa lalu yg kita belum ketahui.. sy jg sedang mempelajinya.. moga Allah memberi petunjuk. amiin.. mks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s