Try to enjoy my trip

Baru juga sebulan dari Batam-Bintan sekarang sudah nongkrong lagi di Batam..hehe..ntah seneng ntah bingung, nggak tau harus punya perasaan yang gimana. Jadi gini kisahnya kenapa sampe bener-bener berusaha untuk enjoy se-enjoy-enjoynya😀

Pada  dasarnya di Batam itu wasting time😦

Gimana nggak, jadwal meeting baru hari Jum’at siang di Bintan, terus dengan langkah pasti diriku berangkat ke Batam di hari Kamis siang itu pesawatnya, klo dari Bandung dengan segala macam pertimbangan kemacetan yang sudah jadi budaya di Jakarta so diriku berangkat jam 6 pagi dengan Primajasa yang poolnya ada di BSM (Bandung Super Mall). Sudah tentu harus bangun pagi dan mandi air dingin lagi kan..nah kondisi badan yang sedang nggak sehat inilah yang membuat semuanya bener2 tambah dipaksakan.

Dengan semangat yang sedikit dipaksakan akhirnya diriku berangkat, seperti sudah diduga macet di jalan dan biasanya penerbangan ke Batam sering delaynya..tuh kan bener, macet di jalan dan tiba di BSH ternyata delay 45 menit dan ternyata kenyataannya delay 60 menit huhu…

Langsung menuju hotel karena kepala sudah senut-senut, karena di pesawat 25 menjelang landing tekanan dipesawat bener2 ekstrim so ini telinga sakiiiiittttt bangeeetttt, sangat sakit…pelajaran tentang kenapa klo beda tekanan di pesawat larinya ke telinga itu yang belum diketahui hehe lagi malas browsing untuk yang beginian. Sampai hotel nggak banyak cakap lagi langsung tidur bleghhh…abisnya dipesawat nggak bisa tidur udah hidung meler, kepala senut-senut pengen banget tidur ehh ada nyanyian alam dari samping alias Bapak-bapak ngorok…nggurrrrrrr….nggurrrrrr…zzzzzzz….

Setelah bangun lumayan mendingan, terus diobati lagi kan hehe sama yang dari Bandung tentunya dong mendingan sudah, terus reunian sama Imo alias Ratna (temen kuliah dulu yang kerja di salah satu oil & gas company di Batam). Ketemuan setelah udah berapa lama nggak ketemu sama tuh kawan. Oiya makasih traktirannya ya…semoga langgeng sama Mas’e undangannya ditunggu lho neng…hehe

Acara selanjutnya biasa aja sih, berangkat pagi dari Punggur ke Lagoi, sampe sana liat lokasi terus meeting, terus makan siang..nah yang luar biasa acara makan siangnya ini. Makan di The Kelong Restaurant sudah berulang kali datang ke Lagoi akhirnya bisa makan yang mahal-mahal, padahal sebelumnya hanya makan di pujasera Lagoi dengan menu yang nggak jauh-jauh dari menu Padang.

The Kelong Restaurant dengan menu andalan seafood dengan Chinese Chef.

Suasana The Kelong Restaurant sayangnya gambarnya nggak bagus ini, karena udah keburu laper😀

View yang bisa di lihat dari The Kelong Restaurant.

Nah makan di The Kelong ini tempatnya sangat cozy, lokasinya menjorok ke laut terus di bawahnya kita bisa melihat ribuan ikan yang dengan riang berenang dan berteduh di kolong resto itu..hmmm its awesome. Nah giliran menu datang, sebagai sajian pembuka dikasih soup yang isinya seafood dan rumput laut + jamur kancing..kuahnya itu lho oishiiiiiii….

Belum juga soupnya habis, sudah datang sepiring besar cumi crispy yang dimasak dengan gula so crispy bukan gurih tapi manis, enak sih tapi karena kurang penyuka manis so awak tidak begitu peduli dengan menu yang satu ini. Datang menu kedua yaitu nasi goreng dengan campuran ikan yang sudah dicincang, lumayan enak tapi tidak semantap penampilannya. Menu ketiga datang yaitu udang di goreng pake tepung terus kita makan dengan mayonnaise yummmyyyy sangaat…udang segar sehingga manis udangnnya masih asli. Menu keempat ikan pakcoy tumis yang sangat gurih, pakcoy organic dengan warna hijau yang segar huummmmmmm sangat menggugah selera, nah belum juga piring berkurang datanglah seekor kakap merah besaaaarrrrrr tanpa duri (durinya sudah dibuang) tinggal daging yang berwarna putih segar huaaaaa nikmat sangat. Nah ini yang terakhir yang membikin urat malu Neng Di hilang gara-gara Mr. Crap yang dimasak dengan bumbu lada hitam berwarna merah segar dan ukuran Mr. Crap yang sebesar piring dengan diameter 10 cm. belum lagi capit yang jadi kebanggaan sang Mr. Crap itu dagingnya banyak dan bener-bener ditaklukkan sudah sama sang Chef dan akhirnya istirahat dia di perutku. Bapak-bapak yang tua-tua nggak berani makan Mr. Crap yang sangat nikmat ini karena mikirin kesehatan, maaf ya Pak umur saya masih di bawah 25 tahun so semua seafood nggak ada yang pantang hahahaha…..

Nggak pake malu apalagi jaim semua Mr. Crap alias kepiting sudah kuhabiskan hehe…kenyang sudah, pulangnya pake acara dikasih bekel buah2an yang isinya Nanas, semangka, melon, sunkist dan pepaya. Hehe makasih Pak, tau aja klo volume perutku memang besar😀

Narsis satu ya..hiks yang memphoto nggak pintar, hasilnya jelek.

Langsung pulang di ferry perut sangat kenyang, ngantuk melanda tanpa segan akhirnya tidur nyenyak sampai setengah jam kemudian karena sudah tiba di Punggur.

Sampe ke hotel me and my boss jalan-jalan muter2 Batam, dengan alasan si Boss mau cariin Radio buat sang istri tercinta dan akhirnya keliling-keliling di Nagoya Hill yang gedungnya tidak punya banyak jalur evakuasi jika ada emergency, selain itu Nagoya Hill tidak punya system sirkulasi udara yang bagus hehe dibuktikan dengan panasnya koridor yang mempunyai pilar tinggi. Setelah Nagoya Hill di ubek-ubek dan nggak nemu apa-apa, pencarian dilanjutkan ke Lucky Plaza. Lucky Plaza merupakan mall pertama di Batam, ingat itu pertama dan memang kita menemukan bangunan ruko tipe doeloe dan sungguh sangat amat tidak terawat hehe, pintu masuk banyak tapi disetiap pintu masuk jika kita sedikit dongakkan kepala ke atas yang terlihat adalah instalasi kabel yang menggantung diatas penyangga plafon hiiii…klo sedikit menunduk kita temukan lantai yang tidak jauh beda dengan pasar tradisional alias tidak terawat dan kotor. Di Lucky Plaza kita bisa menemukan banyak gadget yang berupa HP (umumnya BB), toko perhiasan (emas dengan penjual Chinese), terus ada satu toko elektronik yang tampilan barangnya tidak meyakinkan semua, hehe…sebagai pembeli bukannya mereka pada umumnya melihat tampilan terlebih dahulu, jika barang good looking baru penilaian selanjutnya adalah kualitas (percaya deh teori ini dipakai oleh banyak orang). Nah klo di Lucky Plaza, BB yang di pajang di etalasi yang juga tidak bersih juga punya penampilan yang tidak meyakinkan haha…ngeliatnya aja sudah nggak berminat, secara orang-orang seperti diriku klo punya gadget klo bisa dipake seumur hidup nggak rusak-rusak, masa’ mesti beli barang2 dengan penampilannya aja dibungkus plastik udah kayak beli tempe harga seribu aja ya. So berhubung tidak ada yang bisa dicari di Lucky Plaza, kita lanjutkan perjalanan ke arah kiri dari Lucky Plaza namanya Batam Point atau Nagoya Point ya, yang pasti ada Pointnya😀 hehe yang ini lebih parah di pintu masuk kita temukan McDonald yang tampak sepi terus pas masuk banyak toko-toko seperti mall pada umumnya tapi yang tidak umum disini adalah semua toko tersebut TUTUP (lha terus mau ngapain kesini??). Dari sini kita jalan berencana cari makan tapi masih nggak ada yang mengundang nafsu, yang ditemukan sepanjang jalan adalah ruko dengan taksi gelap yg selalu ngetem di setiap pertigaan jalan ckckck….kayaknya Batam sudah layak menyandang rekor kota dengan 1000 ruko😀 (abisnya sepanjang mata memandang yang ada ruko-ruko dan klo sedikit mendekat bau dupa langsung menusuk hidung).

Sudah maghrib, perjalanan hanya menghasilkan keringat😀 ya sudah balik ke Hotel langsung masuk kamar setelah ada sedikit bersitegang dengan Mas-mas ganteng di resepsionis karena kita terpaksa menggeser jadwal check-in haha…setelah berendam di bath-up akhirnya langsung menikmati kasur empuk dan bermanuver ke dreamland hehe…

Sabtunya adalah hari paling membosankan, janjian sama temenku dan ternyata gagal, terus berniat ke Batam Centre nggak jadi juga, terus berencana ke Barelang (sudah bolak-balik ke Batam belum pernah juga ketempat yang satu ini), sampe siang kepikiran juga ke Nongsa yang katanya pantainya bagus, hitung-hitung waktu akhirnya masih duduk manis di kamar hotel haha..sudah sore aja tiba-tiba bener-bener ngebosenin bukan, tapi sedikit terhibur coz sambil nonton Grand Final Idola Cilik 3 di kamar hotel hehe…

Sampai akhirnya tibalah waktunya check-out dan lagi-lagi harus ekstra sabar karena masalah pergeseran waktu check-in kemarin haha, jadi aja bener-bener jadi kenal sama mas-mas ganteng itu…sorry ya mas dan mbak🙂 sampai di Bandara langsung hunting makanan untuk keberangkatan ke Bandung kita harus masuk di ruang tunggu A5 nah sebelum kita masuk jalan lurus sedikit klo sebulan yang lalu diriku ke Batam kita menemukan kedai Baso Malang, sekarang kedai itu sudah ganti kepemilikan jadi kedai dengan nama Soto Kudus, hmm pilihan menunya juga tidak banyak menu andalannya Soto Kudus, Ayam Penyet dan Rawon, pilihan ketigalah yang menarik perhatianku dan ternyata lumayan enak😀

Masuk boarding room daripada bengong mending nge-blog deh sambil nungguin siapa pemenang Idola Cilik 3 (*hahaha tetep) dan pemenangnya Lintar dari Sumatera Barat selamat ya…keren kok emang🙂

Ehh udah mau masuk pesawat ini, udah dulu ya…see u next trip🙂

—-Hang Nadim, 24 April 2010—–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s