What shall we know about the Medical Check Up???

Health Is Not Everything, But Everything Is Nothing Without Health

Medical Check Up atau yang sering kita kenal juga dengan sebutan Medcheck ,adalah salah satu cara kita menjaga kesehatan diri dan ini adalah salah satu dari investasi kita dalam hal kesehatan.

Dengan melakukan Medcheck dapat diketahui hasil berbagai fungsi organ tubuh kita ,semisal fungsi hati ,fungsi ginjal ,fungsi jantung dsb.

Mengetahui fungsi dari masing-masing organ tubuh kita sangatlah perlu ,sehingga kita dapat mengambil langkah pencegahan kekeadaan yang lebih buruk lagi atau bahkan dapat mengambil langkah dini untuk memutus proses pada penyakit tertentu.

Sangatlah disarankan bila kita melakukan Medical Check Up setiap tahun sekali ,dengan hasilnya yang dapat menuntun kita kepada langkah-langkah perbaikan atau pencegahan bahkan pengobatan.

Medical Check Up dilakukan dengan mengujungi fasilitas kesehatan yang tersedia disekitar Anda ,katakanlah maksud dan tujuan Anda ,petugas kesehatan biasanya akan melakukan registrasi dan Anda akan di listing untuk rencana Medical Check Up pada hari yang telah ditentukan bersama ,sebab biasanya bila Anda belum ada persiapan sama sekali Anda akan dijadualkan paling cepat pada esok harinya ,karena Anda akan diharuskan puasa mulai jam 11 malam sampai saat anda diambil darah untuk pemeriksaan Laboratorium , oh ya … anda tetap diperbolehkan minum Hanya Air Putih saja ampai saat pengambilan darah tsb.

Medical Check Up meliputi beberapa tahapan sbb :

1. Wawancara atau anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
3. Pemeriksaan laboratorium
4. Pemeriksaan penunjang lain, seperti foto roentgen, elektrokardiografi, dan lain-lain

Pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam menentukan status kesehatan seseorang. Adapun tujuan dilakukannya pemeriksaan laboratorium adalah sebagai berikut :
Untuk menentukan risiko terhadap suatu penyakit dengan harapan penyakit tersebut dapat dideteksi secara dini
Untuk memastikan diagnosis suatu penyakit sehingga dokter dapat menangani penyakit secara tepat selain untuk memperkirakan komplikasi yang mungkin terjadi
Untuk menentukan prognosis atau memprediksi perjalanan penyakit
Untuk pemantaun, baik memantau perkembangan penyakit maupun efektivitas terapi

Tujuan Melakukan MEDCHECK
Mencegah berkembangnya penyakit
Melakukan pengobatan segera
Mencegah/menunda komplikasi
Memperpanjang usia produktif
Meningkatkan kualitas hidup
Memperpanjang usia harapan hidup
Menghemat biaya pengobatan

Penyakit yang Bisa Dideteksi dengan MEDCHECK

Ada penyakit yang bisa dideteksi secara langsung dengan GMC adapula yang tidak langsung.
Penyakit yang dapat langsung dideteksi dengan GMC adalah hipertensi, diabetes mellitus, kelainan lemak darah, penyakit darah (anemia, kanker darah), penyakit hati (hepatitis, sirosis, kanker hati), penyakit ginjal (infeksi, kebocoran ginjal, gagal ginjal), penyakit rematik, asam urat, penyakit paru, penyakit jantung koroner.

Untuk penyakit yang tidak langsung terdeteksi, maka GMC merupakan langkah awal menuju ke arah diagnosis pasti dari penyakit yang diduga.

Kapan Melakukan MEDECHECK
Sesuai dengan saran dokter
Bila ada dugaan penyakit yang diturunkan
Bila ada dugaan penyakit potensial menular
Bila Anda sudah berusia 40 tahun, sesuai kebutuhan

Keuntungan Melakukan MEDCHECK
Bila hasilnya normal : hati senang, pikiran tenang, tubuh semakin bugar dan produktivitas meningkat.
Bila ada kelainan dan diagnosis sudah ditegakkan, pengobatan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga penyakit dapat segera diatasi.
Bila ditemukan kelainan terapi diagnosis belum tegak, maka diperlukan pemeriksaan laboratorium tambahan untuk diagnosis yang lebih pasti.

Kerugian Bila Tidak Melakukan MEDCHECK
Kelainan yang ada tidak dapat diketahui secara dini
Saat muncul keluhan, penyakit telah mencapai tahap lanjut pengobatan sulit dan biaya lebih tinggi

———————————————————————————————————————————————————–

Apa saja yang penting untuk wanita???

Pemeriksaan kesehatan (medical check up) secara berkala sangat penting untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan dalam tubuh kita. Pemeriksaan seperti ini juga penting untuk kaum wanita. Wanita memerlukan beberapa pemeriksaan kesehatan yang spesifik terkait dengan pola hidup, kehamilan, dan bertambahnya usia. Apa saja yang perlu dijalani? Berikut penjelasan spesialis kebidanan dan kandungan, dr Taufik Jamaan SpOG.

1. Pemeriksaan payudara

Meski terkesan remeh untuk dilakukan, pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) bermanfaat besar bagi perempuan. Dari Sadari, Anda akan dapat meraba ada tidaknya kelainan pada payudara. ”Lakukan sebulan sekali,” saran Taufik.

Apa yang mesti dicermati dari kondisi payudara? Periksalah apakah ada gumpalan benjolan di bawah ketiak, jaringan buah dada yang menebal dan terasa sakit, puting susu terasa sakit atau keluar cairan, serta terjadi perubahan kulit pada daerah puting susu. Jika kondisi itu ada pada Anda, segera temui dokter.

Anda juga bisa langsung mendatangi rumah sakit yang memiliki layanan USG (ultrasonografi) payudara. Dari situ, benjolan yang mencurigakan dapat dilihat dengan lebih jelas. ”Kalau diperlukan hasil pencitraan yang lebih jelas bisa dilakukan mammografi,” kata dokter tetap pada Klinik Fertilitas dan Bayi Tabung Morula, RS Bunda Menteng, Jakarta Pusat, ini.

Untuk melakukan USG payudara atau mammografi, Anda dapat datang tanpa surat pengantar dari dokter. Nantinya, dokter radiologi akan memberikan hasil pemeriksaannya secara umum. ”Andaikan ditemukan kejanggalan, pasien selanjutnya akan dirujuk ke dokter bedah,” ujar Taufik.

2. Sebelum menikah

Anda mendambakan keturunan yang sehat? Upayakan itu sejak dini. Pemeriksaan kesehatan Anda dan pasangan sebelum menikah teramat berguna untuk si kecil nantinya.

Lakukan saja screening darah, urine, dan siklus haid. Dari pemeriksaan darah ini, Anda dapat mengecek kemungkinan infeksi Hepatitis B dan C atau penyakit lainnya seperti thalassemia dan hemofilia. Melalui uji urine di laboratorium, deteksi dini adanya infeksi saluran kencing dan keputihan bisa diketahui. ”Honeymoon syndrome yang biasa melanda perempuan yang baru menikah juga dapat dideteksi melalui tes urine,” ungkap Taufik.

3. Selama kehamilan

Wujudkan sejak awal rasa sayang Anda pada buah hati dengan tidak mengabaikan imbauan pemeriksaan Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes (TORCH). Infeksi TORCH sewaktu hamil dapat berakibat buruk pada janin. Mulai dari risiko keguguran, bayi lahir mati, sampai cacat janin.

Selama kehamilan, Anda juga perlu memerhatikan kesehatan diri. Waspadai jika Anda mengalami pembengkakan kaki dan tekanan darah yang tinggi. Ini adalah pertanda eklampsia alias keracunan kehamilan. ”Ibu hamil yang gemuk juga patut memeriksakan kemungkinan terjadinya gestasional diabetes yang nantinya membuat bayi terlahir besar,” ujar Taufik, ahli fertilitas.

Beragam kelainan pada janin kini bisa diteropong melalui USG. Sindroma down, hidrocefalus, atau bengkok tulang belakang dapat dipantau melalui USG. ”Sejak usia kehamilan 12 minggu, USG bisa dilakukan,” tutur Taufik seraya mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur.

4. Cek kadar hemoglobin

Berbeda dengan darah rendah yang terkait dengan tekanan di dalam darah, anemia terjadi karena berkurangnya kadar hemoglobin (Hb), ‘si petugas’ pengantar oksigen ke seluruh organ tubuh. Tak heran jika orang yang terkena anemia tampak bermuka pucat, letih, lelah, lemah, lesu, dan lunglai. Kondisi itu tercipta lantaran terganggunya kinerja organ yang mengalami kekurangan pasokan oksigen.

Tak bisa disepelekan, bukan? Namun sesungguhnya, anemia mudah untuk dicegah, dengan cara memerhatikan keseimbangan gizi, tentunya. Anda perlu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, zat yang diperlukan untuk membentuk Hb. Sayuran hijau, ikan, hati, telur, dan daging, contohnya.

Itu sebabnya pemeriksaan Hb diperlukan. Apalagi, jika Anda melakukan diet ketat atau mulai merasa mengalami gejala anemia. ”Semasa hamil, jika dokter melihat ada gejala anemia, pasien akan diminta untuk diperiksa kadar Hb-nya,” ungkap dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Pola haid juga menentukan perlu tidaknya perempuan memeriksakan kadar Hb. Uji kadar Hb dianggap perlu pada perempuan yang haidnya banyak, sehari menghabiskan lima pembalut. ”Juga jika haid banyak dan mencapai 10 hari.”

Bagaimana standar normal untuk Hb? Untuk orang dewasa, batas normal Hb adalah 12 gram persen. Sedangkan untuk balita dan ibu hamil, 11 gram persen.

5. Rhesus

Positif atau negatifkah golongan darah rhesus, Anda? Informasi ini penting untuk diketahui. Sebab, ketidakcocokan golongan darah rhesus dapat membahayakan bayi yang Anda lahirkan.

Sebagai informasi, penduduk Indonesia hampir 100 persen bergolongan darah rhesus positif. Namun, jika Anda masih keturunan orang luar negeri, bukan mustahil Anda ber-rhesus negatif. Apabila ibu yang rhesus negatif hamil dari suami yang mempunyai rhesus positif, akan terjadi ketidakcocokan darah, terutama setelah anak yang pertama.

6. Khusus usia lanjut

Tes bone densiometri merupakan langkah deteksi dini terbaik untuk menentukan seberapa sehat tulang Anda. Tes ini dapat mengidentifikasi osteoporosis. Wanita berusia di atas 40 tahun dianjurkan untuk menjalani tes ini. Demikian pula bila Anda mengonsumsi obat-obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

Di saat menopause, perempuan membutuhkan perhatian ekstra terhadap kondisi kesehatannya. Masa menopause yang terjadi karena menurunnya fungsi ovarium biasanya diiringi dengan timbulnya rasa kecemasan, berdebar, kulit yang mengering, dan rasa hangat di kulit wajah. ”Saat menopause, keseimbangan hormon perlu dijaga.”

7. Pap Smear, Siapa Takut?

Pap Smear? Ogah ah, takut. Begitu banyak wanita berkilah ketika diingatkan untuk melakukan pap smear. Hal ini tentu sangat disayangkan. Sebab, pap smear sangat penting untuk mendeteksi sejumlah kelainan, terutama kanker mulut rahim (kanker serviks). Tahukah Anda, kanker mulut rahim merupakan penyebab kematian utama wanita penderita kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia. Sampai sekarang, pap smear masih diakui sebagai cara paling efektif untuk mendeteksi secara dini kanker mulut rahim. Patut Anda catat, jika ditemukan dalam stadium dini, kanker bisa disembuhkan, tak terkecuali kanker mulut rahim.

Tes pap smear hanya diperuntukkan bagi wanita yang pernah berhubungan seks. Sementara bagi yang belum menikah, pemeriksaan kesehatan organ reproduksi dapat dilakukan dengan USG perut. ”Kista, tumor, atau kelainan lain bisa terlihat lewat USG perut ini,” ucap dr Taufik.

Masih ragu-ragu menjalaninya? Bagi wanita yang sudah pernah hamil, pap smear sepertinya tak akan menakutkan. Sebab, prosesnya hampir sama dengan pemeriksaan USG transvaginal yang biasa dilakukan untuk mengecek kondisi indung telur, rahim, dan janin.

Dokter akan memasukkan alat memanjang yang disebut spekulum hingga ke mulut rahim dan mengambil cairan di dinding mulut rahim dengan spatula. Prosesnya tak lebih dari satu menit. ”Tidak akan sakit karena dilakukan perlahan-lahan dan cuma lendir saja yang diambil, bukan jaringan,” urai dr Taufik.

Selanjutnya, di laboratorium akan diperiksa ada tidaknya sel-sel tak lazim yang tumbuh di mulut rahim. Keberadaan sel abnormal tersebut merupakan pertanda kanker mulut rahim. ”Sel-sel abnormal ini tumbuh akibat Human Papilloma Virus (HPV) yang biasanya menjangkiti orang yang sering berganti pasangan seks dan terkena penyakit kelamin,” jelasnya.

Kanker serviks bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Vaksin ini dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp 1,3 juta. ”Perlu dua kali ulangan dengan jarak dua bulan dan enam bulan dari ulangan pertama,” urai dr Taufik Jamaan SpOG.

Pap smear juga bermanfaat bagi pasangan yang belum dikaruniai keturunan di usia pernikahannya yang terus bertambah. Bisa jadi, penyebabnya adalah infeksi atau radang servisitis. Nah, pap smear bisa mendeteksi infeksi itu. ”Kalau tidak diobati, kehamilan sulit terjadi.” Belakangan, di klinik tertentu di Indonesia sudah ada fasilitas papnet atau thintrep. Alat pap smear canggih yang saat pengoperasiannya melibatkan beberapa dokter ini memiliki akurasi yang lebih tinggi. ”Hanya saja, biayanya masih relatif mahal.”

_______________________

***Dari berbagai sumber..

_______________________

One thought on “What shall we know about the Medical Check Up???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s