Trip to Curug Malela

Bismillah…niat dimantapkan pas makan malam di PH Setiabudi pukul 20.30 WIB “Besok kita berangkat ke Curug Malela” dengan personel Neng Di, Boim, Ipe, Adek, Zami, Aldo, Goman.

Paginya berniat berangkat jam 06.00, tapi seperti biasa penyakit telat masih setia melekat di kepribadian cowok2 itu hehe…secara diriku cewek sendiri dan paling rajin :p

Start point di Apartemen Cisitu Lama V alias Kostan Boim.

Alhasil kita baru start pukul 07.30an hampir jam 8 malah karena perut harus diurusi dulu. Perjalanan dimulai dari Cisitu langsung mengambil jalur Cimahi – Batu jajar – Cililin – Sindang Kerta – Buni Jaya – Gunung Halu, baru masuk ke Kecamatan Rongga, di kecamatan Rongga inilah kita memasuki lokasi Curug Malela yang tepatnya di Kabupaten Bandung Barat, dan ternyata sudah berbatasan dengan Cianjur..WOW…

Masya Allah jauhnyaaaaa….sudah pegel itu punggung, tapi tetep semangat…perjalanan seruuu banget pokoknya, harus bener2 mempersiapkan jiwa petualangan yang matang untuk melalui medan yang tidak mudah, dari Cimahi sampai Sindang Kerta kondisi jalan masih mulus, di Sindang Kerta sudah ada kebun teh di sepanjang perjalanan jadi lumayan menghilangkan kepenatan para tukang ojek itu dan yang duduk manis di belakang tukang ojek. Tapi setelah memasuki Buni Jaya hmmm jalan berlobang sudah mulai ditemui satu dua, dan masuk Gunung Halu itu sudah makin banyak lobang2 di sepanjang jalan. Tanya ke penduduk setempat dimana lokasi Curug Malela dan jawab ibu ataupun Bapak2 yang ditanya..masih jauh neng lurus aja 8 km lagi itu kata Ibu, terus tanya ke Bapak2 jalannya lurus aja masih 15 km lagi haha…tambah aja terus km nya…jauhhhhh bangeettttt emanggg dengan kondisi jalan yang tidak terlalu bagus, tapi tetep semangat karena Malela akan meluluhkan semua kepenatan hehe…:)

Istirahat untuk foto hehe..

Aliran sungai di sepanjang perjalanan di Sindang Kerta.

Pemandangan kebun teh di perjalanan.

Kondisi jalan berbatu

Sampailah kita ke Kecamatan Rongga, disana akan di jumpai PT Perkebunan Nusantara Montaya dan hamparan kebun tehnya, hanya sedikit jalan yang berhiaskan aspal, disinilah petualangan off road dimulai dengan menaklukkan jalan berbatu dan licin karena hujan, kocok perut, panas pantat, tahan napas, pegangan kuat pada ojek masing2 hehe…awas jatuh!!! alhamdulillah selamat tapi…bertemu rumah penduduk dan sepertinya itulah rumah terakhir di sepanjang perjalanan menuju curug dan ada 2 mobil yang parkir didepan rumah itu, diberi tahu sama Mas2 yang ternyata pemilik salah satu mobil itu bahwa kondisi jalan parah banget, mending jalan aja kesana tapi sekitar 2 km hehe…:D

Tipe jalan seperti ini, sangat biasa untuk ukuran jalan disana.

Berjuang menaklukkan jalan dengan mengocok perut dan pantat panas.

akhirnya kita memutuskan untuk ikut parkir di depan rumah itu dan sekaligus mempunyai warung, berhubung jam sudah menunjukkan pukul 11.54 WIB, kita istirahat sholat dan makan mie rebus yang dipesan di warung itu…hehe untuk sholat pun kali ini penuh perjuangan, tempat wudhu/kamar mandi tidak tersedia di rumah itu, so airnya harus di ambil turun di rumah orang lain,,,untuk menuju ke tempat wudhu kita turun ke bawah melewati kebun sere, kandang kambing, jalan licin dan sampailah ke jamban sederhana yang berdindingkan anyaman bambu setinggi 1.25 m dan dilengkapi dengan sebuah selang saluran air dan satu buah ember berisi 20 liter untuk penampungan. Sholat di bilik kamar sederhana dengan mukena pinjaman…Subhanallah…insyaallah tidak mengurangi rasa syukur kepadaMu..

Tempat parkir, makan, sholat😀

Setelah sholat, terus kita makan mie bareng (ipe and boim sudah duluan makan)…terus telponan disini sama Dephi hehe manas-manasin Dephi siapa suruh nggak ikut hehe…(maaf ya terpaksa kami meninggalkanmu, kan dirimu juga punya unforgettable moment with him….congrats sist, wish happy and get best future both of you🙂 ) sinyal masih bagus sampai area ini,,jadi masih bisa update FB, siapa lagi klo bukan kakak zami yang wajib FBan dimanapun tempatnya hehe….

Lets Go…!!!! jalan kaki kita menyusuri jalan berbatu dan licin, dan tidak lupa foto-foto hehe…

Hmmmm niceee…

Oleh-oleh untuk the orange lovers…

Hijaumu memanjakan mataku

Ternyata benar tidak jauh jalan kaki di jalan berbatu, akhirnya kita harus memasuki jalan setapak dan tanah nan licin, jalannya sudah di buatkan anak2 tangga alakadarnya untuk jalan yang menurun, untuk menuju ke curug jalanan di dominasi dengan jalan menurun, licin lagi, jatuh semua kecuali Aldo hmmm kenapa lo nggak jatuh si Do…curang!!! suara gemuruh Malela sudah mulai terdengar, langkah kaki semakin mantap melewati anak tangga yang licin…semangat!!! dan akhirnya Malela sudah terlihat dari atas..subhanallah bagussssss…tapi kata Ipe biasa aja hohoho…:D foto dulu kita disini sebelum bener2 sampai…cheeerssss!!!!

Curug Malela sudah terlihat dari atas.

Laskar perangai (*kata boim…)

Melewati pematang sawah, jembatan bambu, turunan curam yang harus dibantu dengan tali yang terbuat dari akar tumbuhan dan tongkat yang masih setia ada ditangan, dan akhirnya sampai setelah jalan kaki kurang lebih 1 jam 45 menit….Subhanallah…PERFECT….

Malela tampak atas.

dan sekarang Ipe bilang LUAR BIASA hahaha…

Inilah pesona Malela yang tadi pagi masih sibuk diimajinasikan di kepala kita, dan sekarang sudah di depan mata, beautiful…curug setinggi 60 m ini mampu menyihir kami untuk kembali mengucap pujian kepadaMu, bahwa ciptaanMu selalu indah dan sempurna…keindahan alam yang masih natural, belum terjamah oleh hiruk pikuk teknologi yang sedang berjaya, sayangnya di pinggir2 curug ini ditemukan sampah berupa styrofoam dan bekas2 sendal, karena pada dasarnya aliran yang di curug ini adalah dari aliran sungai di hulunya dan itu adalah pemukiman penduduk, kesadaran penduduk untuk tidak membuang sampah di sungai masih belum bisa dibuktikan dan jika tidak ada pemeliharaan yang intensif Curug ini makin terbengkalai dan naturalnya akan hilang..sayang sekali…kitalah yang bertanggung jawab menjaga kelestarian Curug ini, salah satunya dengan tidak membuang sampah di lokasi ini😀

Waktunya bermain air sampe puas, luka malah…(*always worry when you far away from me…) meski dengkul terkelupas, badan dipenuhi dengan cacing2 kecil berwarna merah yang setia menempel di badan, jari2 berdarah, jempol terkelupas tapi masih tetap tersenyum…wajib bahkan karena kita harus berjuang untuk kembali ke lokasi yang ada peradabannya🙂

Santai di Curug Malela.

Me and him…:)

Aliran dari Malela…(*air mengalir sampe jauhhhh).

Keluarga bahagia..amin…

Sudah blepotan…menuju pulang😀

Hayooo kaki siapa yang paling cantik???

Pukul 15.40 kita kembali pulang, diawali dengan panjat tebing setinggi 3 m -an dan anak tangga yang belum terlalu licin karena cuaca sempet panas, tapi pas di tengah jalan hujan lumayan deras walaupun sebentar, tapi itu sudah membuat kita ski di jalanan tanah itu alias kepleset…:) terus menanjak dan menyusuri jalan berbatu sampai ke lokasi parkir motor, ganti baju untuk yang cowok2..(diriku tersiksa karena nggak ada tempat ganti yang save disana, daripada terjadi hal2 yang diinginkan jadi ya…pulang dengan basah-basahan, padahal dinginnya minta ampun) dan langsung meluncur pulang menuju Bandung dengan rute yang sama Gunung halu – Buni Jaya – Sindang Kerta – Cililin – Batu Jajar – Cimahi – Bandung – Kostan Boim – Kamar tercinta dan tidak lupa makan malam di DU tempat makan favorit Nengdi-Boim🙂

Untuk yang mau berpetualangan ke Curug Malela siapkan fisik dan mental, karena medan bener2 sulit, klo pake motor jalan kaki nggak banyak, tapi klo pake mobil ya kira2 jalan kaki 2 jam-an, lebih asyik lagi klo disana kemping pasti lebih seru, dan kasian mobilnya juga klo tidak siap mental hehe..pokoknya segala sesuatunya harus disiapkan, dan jangan salah kostum klo mau kesini karena yang cantik juga nanti blepotan lumpur karena jatuh…tapi klo nggak hujan kayaknya jalan tanahnya lebih baik kondisinya…

Selamat Berpetualang!!!!

13 thoughts on “Trip to Curug Malela

  1. @Zami; thanks for join with us…^^, next adventure kemana kita??

    @Ierha; The first and last kayaknya Ra..hehe

    @Riena; sampe kesana dengan penuh perjuangan, full spirit, full power, but not full stomach hehe…

    • hihihi semoga tidak kapok,,,sedang menyusun tanggal yang tepat nih untuk ke sana😀
      jadi berfikir lebih enak pake motor yah daripada mobil pribadi? “sayang mobilnya :p”

  2. @Rara; iya mendingan pake motor aja, biar jalan kakinya nggak kejauhan…tapi klo mau off road pake mobil, mending mobil Jeep aja hohoho..kayaknya makin seru tuhh…
    @Ita; ajak Bang Zami klo mau kesana lagi hehe..secara kemarin dia sewot aja tuh nggak bawa ita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s