Anak Tunggal dan Realitanya

————————————————————————————————-

Anak tunggal tidak mandiri dan cenderung manja. Mereka egois dan tidak mau mengalah, karena mereka tidak pernah berbagi dengan saudara kandung. Mereka menjadi satu-satunya curahan kasih sayang orangtuanya, dan karenanya menganggap pendapatnya harus selalu disetujui orang lain.

Rasanya tidak fair jika menuduh semua karakter ini sudah melekat pada diri anak tunggal, meskipun sebagian ciri-ciri tersebut memang benar.

Penelitian membuktikan bahwa Only-Child Syndrom, atau sindrom anak tunggal, tidak pernah ada. G. Stanley Hall, pelopor psikolog Amerika pada awal abad 20, pernah mengatakan bahwa karakter semacam itu sebenarnya disebabkan oleh pribadi anak tunggal itu sendiri, bukan karena mereka anak tunggal.

Penelitian lain yang cukup populer dilakukan pada 1928 oleh Norman Fenton, dan pada pertengahan ’80-an oleh Toni Falbo, profesor di bidang psikologi pendidikan di University of Texas. Mereka menyimpulkan bahwa anak tunggal sebenarnya tidak berbeda daripada anak-anak yang memiliki saudara kandung. Mereka bisa saja manis, culas, pandai menyesuaikan diri, kuper, cerdas, atau apa saja karakter anak pada umumnya. Apa yang membuat karakternya menjadi egois atau kuper, sebenarnya kembali pada pola asuh yang diterapkan orang tua.

Susan Newman, psikolog sosial dari Rutgers University, dan penulis buku Parenting an Only Child, mengatakan, memang banyak orangtua yang mempersepsikan bahwa anak tunggal itu manja, agresif, diktator, dan tidak dewasa. Namun ternyata tidak ada bukti ilmiah apa pun yang bisa membuktikan mitos-mitos itu.

”Ada ratusan penelitian yang mengungkapkan bahwa anak tunggal tidak berbeda dengan anak kebanyakan,” tuturnya.

Dari penelitian yang ada justru terlihat bahwa ada perbedaan signifikan mengenai kecerdasan anak tunggal. Studi yang sudah dilakukan selama 20 tahun menunjukkan anak tunggal memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, hasil tes dan pencapaian lain yang lebih baik. Hal ini disebabkan anak tunggal memiliki seluruh sumber keuangan orangtuanya untuk mengikuti berbagai kursus. Mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk membaca, mengerjakan PR, dan hasilnya adalah hasil tes yang lebih baik. Secara keseluruhan, pencapaian prestasi mereka juga lebih baik.

—–Sumber: Kompas Kamis, 14/1/2010 | 09:56 WIB——

————————————————————————————————-

Hmm klo ditilik hanya dari komentar orang2 sekitar memang kebanyakan mereka akan berkata: anak tunggal ya??manja dong, egois, nggak toleran, nggak mandiri…dan syalalalalala..masih banyak lagi pokoknya.

Kasian ya sebenernya klo dipikir lebih dalam dan kita ada di dekat anak tunggal itu, hanya share sedikit pengalaman:

1) Beban hidup si anak tunggal lebih besar, bayangkan kemauan orang tua yang seharusnya bisa di bagi2 karena anak banyak, ini harus di tanggung sendirian..orang tua selalu bilang kamu gini aja, kamu begitu aja..dan masih banyak tuntutan2 lain dan setiap hari harus dinikmati.

2) Semua kesenangan yang dia rasakan nggak bisa dibagi ke saudara kandungnya, secara nggak punya hehe…klo senang mah nggak apa2 klo nggak bagi2, masalahnya klo sudah ketiban sedihnya hiks2😦 rasakan tuh anak tunggal akan menangis sendiri, teriak sendiri, bingung sendiri, cemberut sendiri, nyengir sendiri hehe..dan kali ini nggak ada enak2nya…

3) Beban orang tua kelak akan menjadi beban anak tunggal nantinya..hmmm klo yang ini mungkin semua anak juga akan merasakannya ketika kata dewasa sudah dilekatkan pada si anak.

4) Tidak ada saudara yang bisa kita ajak berbagi untuk mendiskusikan bahwa orang tua kelak akan seperti ini, orang tua kelak akan ikut siapa, dan orang tua kelak siapa yang menjaga…itu akan menjadi kewajiban terpenting sang anak tunggal…dinikmati aja, sekalian menguji seberapa besar rasa hormat dan balas budi yang akan diberikan untuk sang orang tua tercinta.

5) Jika dikatakan anak tunggal tidak mandiri, jawabannya “kembali ke individu masing2 dan didikan ortu” dan untuk anak tunggal kemandiriannya itu harus benar2 diperlihatkan, melalui berbagai macam cara: dari sikap menghadapi masalah, sikap seorang anak tunggal yang harus tegas mengambil keputusan, rasa tanggung jawab sebagai anak tunggal dan masih banyak lagi masalah yang mesti diselesaikan dan itu membuat anak tunggal lebih mandiri, tegas, dan tangguh🙂

6) Jika berteman anak tunggal akan sangat menghargai itu, karena disitulah anak tunggal merasakan ada orang lain yang bisa menghargai dia, dekat dengannya, tempat sharing segala sesuatunya, dan semua itu adalah point positif untuk anak tunggal.

7) Tapi anak tunggal akan sangat khawatir jika memilih pasangan hidupnya hehe…:D karena kebiasaan menjadi seorang anak tunggal nantinya harus ditularkan ke sang pasangan dan itu tidak semua orang bisa mudah menerimanya. Obat terampuhnya untuk yang satu ini adalah saling menghargai dan saling mengerti🙂

Masih banyak fakta2 yang menunjukkan anak tunggal cenderung mempunyai kelebihan tersendiri dan itu patut diacungi jempol🙂

Hidup Anak Tunggal🙂🙂🙂🙂

4 thoughts on “Anak Tunggal dan Realitanya

  1. bener banget.. anak tunggal tuh ga semua2nya trus enak. diturutin. dilindungi ortu..

    beban n’ tanggung jawabnya gede banget.. belom lagi harus ngadepin pandangan orang yang negatif..

    coz aku ngerasain sendiri gmn rasanya jadi anak tunggal *cwe pula*

    yang jelas.. apapun kt orang, be ur self!

  2. kayaknya kakak tersayang Q ini diem2 juga pandai menulis…… sampai2 cerita yg segitu panjangnya ga bikin bosen…… alur ceritanya enak banget…. sampe ga terasa kalo dh habis ceritanya……

  3. wahhh..lagi blogwalking nemu blog ini!!gw juga anak tunggal… dan perasaan gw persis banget sama apa yang ditulis diblog ini.. salam anak tunggal!!
    let’s be a tough one!!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s