Green Canyon, Pangandaran dan Sekitarnya

hmmm bersiaplah untuk iri ketika membaca blog aku yang satu ini hihi … >:)

Petualangan seru kami dimulai pada hari Jum’at pukul 09.00 PM di Bandung, tepatnya di Markasnya Power Rangers alias Monumen Perjuangan Jl. Dipati Ukur.

Menunggu kedatangan travel di Monumen perjuangan Jl. Dipati Ukur.

Belum juga berangkat ke Pangandaran, shock therapy sudah dirasakan pada waktu keberangkatan hufffffffffffffff………mau tau apa??
jadi gini ceritanya, awalnya petualangan kami diikuti oleh 27 orang (maksimum), Bis ukuran maksimum 30 seat sudah di sewa terus ternyata pas hari H yaitu 4 Desember 2009, peserta hanya tinggal 13 orang … OMG itu orang pada kemana sih, seenaknya aja membatalkan, tanpa memikirkan seberapa susah panitia menyiapkan segala sesuatunya..But It’s fine…!!! jadi pada hari itu kita membatalkan Bis yang sudah di booking dan dibayar DP hiks hiks..(Pak Ketua sabar ya)..
akhirnya kita blingsatan mencari Travel pengganti kesana kemari, dan dapat (itu hasil konfirmasi pukul 10.00 AM), berharap tidak ada masalah lagi untuk urusan transportasi. Ternyata setelah kita ngumpul di DU selama 1/2 jam, sang pemilik Travel telepon dan bilang “Punten Mba, travelnya yang mau di pake NABRAK jam 08.xx PM jadi sekarang lagi diusahakan untuk mencari Travel pengganti, tapi ini juga belum dapat”..Guys..taukah kalian gimana raut mukaku saat itu…Astaghfirullah ada apa lagi ini…
mulailah kita mencari semua nomer telepon Rental yang bisa dihubungi dimanapun itu…terus ada kenalanku yang memberikan info “kepepet2nya kita bisa pake kendaraan umum yang biasa mangkal di terminal Cicaheum” dan kita pun meluncur kesana, dengan bantuan Sahabat2ku yang sedang mengarungi deadline pekerjaan di akhir minggu…I Appreciate it..thanks so much for your support and efforts, its unforgettable moment …🙂
Usaha pencarian travel sudah dilakukan sampe ke Cicaheum, dan itu nggak berhasil padahal itu sudah hampir jam 11 malam..ya Rabb begitu sulit terasa perjalanan ini…perjalanan kembali ke DU, diberi kabar bahwa travel sudah dapat Alhamdulillah..menunggu lama sekali sampe 1/2 12 kita dapat 2 kabar bahwa travel yang dipake siap berangkat dari Cihampelas dan dari Travel pertama (yg mengalami kecelakaan), tetapi kita harus ambil keputusan travel mana yang mesti kita pake, maaf seribu maaf untuk travel yang tidak jadi kami pakai..insyaallah next time kita memakai jasa kalian..🙂
Akhirnya pukul 11.59 PM Travel datang dan perjalanan menuju Jatinangor untuk menjemput temen2 kami dari sana. Teman2 Jatinangor maafkan untuk ketidaksempurnaan ini hehe…
Masuk Travel semuanya tewas haha…sangking ngantuknya!! bangun2 sudah sampai di sebuah Masjid untuk melaksanakan sholat Shubuh di Ciamis…dan melanjutkan perjalanan ke TKP, sambil bertanya sana sini karena Pak Supir tidak tau persis lokasi wisatanya, jadi aja banyak bertanya di jalan hehe dari Bapak2 yang sedang lari pagi, anak SMP yang mau berangkat sekolah sampe anak SD yang mukanya masih polos pun ditanyain haha….

Lokasi pertama yang kita kunjungi adalah Green Canyon, sampai di lokasi ini pukul 07.30an AM, udara dingin mulai menelusuri pori2 kami karena saat itu gerimis-gerimis…terus parkir mobil dan sarapan di lokasi, disana banyak warung2 yang menyediakan makanan2 dari yang ringan sampai yang berat..so selagi ada uang nggak akan kelaparan hehe..minum Kopi panas dan sarapan Soto itu menjadi pilihan kami..hmmm kenyanggg. Setelah perut kenyang ganti baju untuk berbasah2an di Green Canyon..ayoo semangat, dengan membayar tiket Rp. 75.000 per 5 orang kita meluncur ke Green Canyon yang saat itu ternyata airnya lumayan berwarna hijau walaupun sepanjang hari itu hujan…SUBHANALLAH..sepanjang perjalanan dengan perahu tiada henti kami memujaMu Ya Rabb, alangkah indah..indahhhhh sekali, air terjun kecil2 tersedia di samping kanan dan kiri perjalanan…Luar Biasaaa….sampailah kita ke Gua yang penduduk setempat sebut sebagai Cukang Taneuh alias Green Canyon…disana airnya deras sekali, terus akhirnya kita memutuskan untuk terjun ke derasnya air itu….Bismillah…BYUUURRRRRRR…hanyuttt aja kan…huaaaaaaaaa mantapp amazing, berenang dan hanyut di derasnya air yang mengalir benar-benar memacu adrenalin…SENANGGGGGG!!!, terus kita rafting di dinding Green Canyon dan Batu2an karang yang ada disana, untuk duduk menikmati air terjun yang jatuh ke Punggung kami ..SUBHANALLAH..rasa sakit karena terbentur karang udah nggak terasa sangking serunya…terjun lagi untuk berenang dan hanyut bersama derasnya air Green Canyon yang sayang sekali berwarna cokelat hehe…BYURRRR….!!! terus puluhan meter ke depan kita kembali naik perahu dan di atas perahu hujan DERAAASSSSS banget..senang hujan2an…sambil ngerendam kaki ke air di atas perahu yang sedang berjalan…TAK TERLUPAKAN…!!!

Masuk Green Canyon dengan perahu.

Capek rafting di bebatuan, main di bawah air terjun dululah.

Pukul 11.30-12.30 bersih2, ganti baju, makan siang, sholat dan pukul 01.00 PM meluncur ke lokasi berikutnya yaitu Batu Karas…hmmm tempat apalagi ini, yang pasti PANTAI…
Sampai disana main di Pantai, basah2an lagi hehe…dan disini aku menyaksikan sendalku dengan pasrah hanyut dibawa oleh air laut yang membawanya…tapi tak apa sudah diikhlaskan (mana sendal pinjeman lagi kan..) terus naik sedikit ke atas bukit, menemukan tempat yang SANGAT SANGAT INDAH…pantainya sempit, tapi gelombang besar yang menerpa tebing2 berbatu karang itulah yang sangat luar biasa….

Ceria bersama sahabat, sebelum sendal hanyut…

Pantai Batu Karas sebelah timur…

Menikmati indahnya Batu Karas dari atas pohon…

Indahnya Batu Karas dari atas Bukit…

Pukul 03.00 PM meluncur ke Batu Hiu…disini kita disajikan pemandangan pantai yang anginnya sangat menyejukkan hati ini, melupakan semua kepenatan aktivitas sehari2…sejuk..semilir..alhamdulillah cuacanya lumayan cerah…tempat ini keren banget udah kayak Tanah Lot aja..suer MANTAPP…makan rujak manis ditepi pantai sambil menikmati gelombang yang sedang berkejaran mesra, mainan pasir, bikin istana pasir, melukis nama masing di pasir dan hilang kembali diterpa ombak yang menghampirinya…SUBHANALLAH…Batu Hiunya sebenernya hanya merupakan pintu gerbang yang terbuat dari beton bertulang, klo diperhatikan tulangannya sudah keliatan hehe..but jangan kuatir untuk runtuh ya, karena masih laik kok untuk digunakan sebagai terowongan😉

Indahnya Batu Hiu dan sekitarnya…

Bersenda gurau menghabiskan waktu

Menunggu sunset, sambil memikirkan sesuatu, merenungkan kebesaranMu, dan berharap sesuatu…Sunset dan laut Pangandaran menjadi saksi, atas do’a dan harapan yang terucap…hihi lebay….

Love sunset forever….

Menghabiskan sore di lokasi ini memang nggak terasa, terus menikmati sunset yang indah..sayang menikmati sunset belum puas, karena tiba2 hujan mengguyur dengan derasnya dan mataharinya bersembunyi..malu kali ya..diliatin mulu dari tadi😀

Kembali ke mobil untuk menuju ke penginapan yang lokasinya 150m dari Pantai Pangandaran…sampai di Penginapan sekitar pukul 07.xx PM, mandi dan makan malam…kebersamaan makan malam dilengkapi dengan curhat (dari curhat Ibu Ben yang ngomongin Duit sampai masa depan Permabilitas) hehe…sampai pukul 10.30 PM mata sudah 5 watt dan masuk kamar masing2 TIDURR…Pak Iyos sang pemilik penginapan terima kasih atas servicenya, dengan harga Rp. 300.000 sudah disediakan 1 rumah yang bisa dimanfaatkan untuk berteduh dari angin malam dan hujan dimalam hari🙂

Pukul 04.15 AM sudah pada bangun untuk melaksanakan Sholat Shubuh, minum kopi hangat yang bisa di pesan di penginapan kami, terus menikmati SUNRISE di pantai Pangandaran…subhanallah…seruuuu….terus jam 07.00 AM kembali ke Panginapan untuk sarapan dan ganti baju untuk berbasah2an LAGI hahaha…

Sunrise di Pangandaran…

Sunrise bersama di pantai Pangandaran…

Pukul 08.00 AM balik ke Pantai untuk sewa perahu dan nyebrang ke lokasi Pasir Putih, sebelum ke Pasir Putih, kita masih mengarungi laut pangandaran dengan gelombang yang kira-kira 0.5m🙂 untuk melihat Batu Mandi. Batu Mandi ini dipercaya oleh penduduk Pangandaran sebagai penjaga pantai Pangandaran dan setiap 1 Syuro 850 perahu yang ada di Pangandaran melempar kepala kerbau untuk dipersembahkan..itulah salah satu mitos dan adat yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia tercinta ini. Kemudian melihat lokasi penangkaran penyu, sayang hanya melihat dari kejauhan karena petugas melarang kita untuk merapat di lokasi ini. Perjalanan dilanjutkan dengan melihat Batu Alam, Batu ini dilihat dari jauh tampak seperti seorang yang sedang bertapa menghadap ke laut, penduduk setempat juga mempercayai mitos ini dan menjadikan tempat ini sebagai keramat.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.

Batu Mandi Pangandaran.

Lokasi penangkaran penyu di Pangandaran.

Lokasi Batu Alam di Pangandaran

Perahu manuver untuk menuju pantai Pasir Putih dan Objek Wisata Pananjung, di perahu kita bisa teriak sekencang-kencang kepada laut dan bernyanyi sesuka hati..Aku dan Devi nyanyi Mars KMKL (***lhooo kok)..sorry temans..kami narsis, tapi itulah kami “selalu apa adanya”..lets sing a song “Di laut kita jaya di darat kaya raya semoga klo mati masuk surga” terus ketawa ngakakk hahaha…SENANGGGG….

Perahu merapat ke pasir putih udah nggak sabar mau snorkling tapi nanti dulu..kita harus menjelajahi Objek Wisata Pananjung terlebih dahulu…monyet sudah mulai menghampiri karena ada yang bawa kresek hahaha..sang monyet2nya pinter2 lho..jadi kita nggak boleh bawa barang yang berbentuk kemasan karena mereka menganggap itu adalah makanan…terus klo mereka mendekat perlihatkan kedua telapak tangan kita, mereka akan melihat sekilas, bengong dan pergi dengan muka kecewa karna kita nggak bawa oleh2 buat mereka hahaha….bodor ya…

Jangan khawatir tersesat untuk menjelajahi tempat wisata yang masih berupa hutan ini, karena dengan uang Rp. 75.000 kita bisa gunakan jasa pemandu wisata, klo paket rombongan itu harganya Rp.150.000 tapi bisa dinego untuk minta paket keluarga jadi kita bisa bayar Rp. 75rb saja…tapi klo mau autis sendirian berpetualangan sendirian tanpa ada pemandu juga bisa kok..tapi dengan syarat waktu kita cukup lama untuk menaklukkan Pananjung sendirian, yakin itu…!!!

Peta Taman Wisata – Pangandaran

Lokasi pertama : GUA JEPANG, di Dago Pakar, gua ini juga ada lebih besar dan lebih panjang. klo di Gua Jepang yang di Pananjung-Pangandaran ini hanya kecil saja, Gua ini dulu di buat oleh 350 orang Romusa (sebutan untuk pekerja Indonesia pada jaman penjajahan Jepang) dengan cara di pahat, pahatnya begitu indah, karena sudah lama sekali atap2 Gua bahkan sudah di tumbuhi stalaktit2 yang masih berusia muda…sangat lucu terlihat, di dalam Gua ada dua ruangan sebelah kanan dan kiri, ruangan sebelah kanan merupakan ruangan berukuran kecil yang digunakan sebagai Ruang Penyiksaan dan sebelah kiri adalah ruangan penjara yang berukuran 3×5 m, penjara kecil ini diisi oleh 50 orang, bisa dibayangkan betapa kemerdekaan Indonesia ini sangat luar biasa diperebutkan oleh para sang pendahulu kita dulu, setelah disiksa untuk membuat Gua dengan memahat batu gunung sebesar itu, mereka disiksa dan mereka dipenjara diruangan yang kamar kita pun lebih besar dari itu…Masya Allah…Ya Rabb berikan tempat2 yang mulia untuk para pahlawan dan pendahulu kami..aminn…
kita keluar dari Gua dipintu keluar sebelah kiri, menanjak terjal dan licin, diameter pintu hanya sekitar 0.5m dan itu tepat disisi pohon yang sangat besar, pintu sebelah kanan tidak digunakan karena batu2annya sudah rapuh dan membahayakan. Mempelajari sejarah negeri ini memang tidak ada habisnya….

Stalagtit muda di Gua Jepang – Pangandaran

Lokasi berikutnya adalah Batu Kalde, mitosnya batu ini adalah seorang petinggi kerajaan yang sedang berjaga, ada reruntuhan candi samping kanannya dan di depannya terdapat batu Menhir yang merupakan meja sesaji, di samping kirinya terdapat 2 kuburan yang belum diketahui siapa siempunya kuburan tersebut.

Foto bersama dengan Kalde

Setelah batu Kalde, kita kembali jalan untuk menikmati rindangnya hutan Pananjung dan suara khas hutan yang selalu aku rindukan.

Rindangnya hutan Pananjung

Mahoni

Kokosan Monyet

Mahoni

Lokasi selanjutnya di Gua Panggung.. Gua ini lebih populer dengan sebutan Gua Mak Lampir karena gua ini adalah gua yang digunakan untuk lokasi syuting Serial Misteri Gunung Berapi (klo nggak tau Mak Lampir kebangetan deh kayaknya hahaha…), disini stalaktit dan stalagmitnya keren sudah hehe..mantap…dindingnya terjalnya keren banget…

Sebelum masuk ke Gua Panggung

Terus perjalanan dilanjutkan ke Gua Parat. Gua ini adalah Gua terpanjang yang ada di wisata Pananjung, panjangnya 150m. Disini banyak yang bisa kita lihat. Di pintu masuk Gua kita sudah disajikan oleh adanya kuburan Syekh yang menurut sejarah beliau menyebarkan agama Islam di Ciamis, sekitar 20 m masuk ke dalam kita bisa jumpai adanya Batu yang menyerupai mangkok, batu ini merupakan stalagmit dulunya dan di bagian atasnya terdapat stalagtit yang masih aktif mengeluarkan air, menurut sejarah batu yang menyerupai mangkok ini merupakan tempat wudhu Syekh tersebut dan dipercaya jika kita cuci muka disini bisa awet muda, sebenernya bukan awet muda sih..tetapi air tersebut mengandung mineral tinggi dan kandungan belerang jadi klo dipake untuk cuci muka emang bisa tampak tampak bersih kali ya tuh muka. Tapi masalahnya kita adalah orang ke sekian yang mencelupkan tangan ke batu mangkok itu, jadi kayaknya mineral2 terkandung juga sudah berganti dengan bakteri2 yang berasal dari tangan2 para pengunjung hahaha….
Dari Batu Mangkok ini, kita melanjutkan perjalanan di dalam gua untuk melihat Joni dan Linceu hihi..siapa sih dia harus diliat gitu?? Joni dan Linceu adalah sepasang Landak yang sudah 30 tahun lebih menghuni gua Parat ini, lucu banget…terus kita kasih dia permen Kiss dan snack..ternyata Joni suka dengan permen Kiss haha..
Setelah bermain bersama Joni dan Linceu, kita lanjutkan dengan melihat Stalagtit yang menyerupai sepasang kelamin manusia, menurut mitosnya, untuk perempuan yang belum punya pasangan setelah memegang batu yang menyerupai alat kelamin laki-laki, nantinya segera dapat pasangan dan sebaliknya yang laki-laki bisa megang batu yang menyerupai alat kelamin perempuan, dan untuk yang sudah memiliki pasangan bisa pegang keduanya supaya hubungannya bisa langgeng…SEKALI LAGI itu hanya sebuah mitos, percaya tidak percaya tergantung bagaimana kita menyikapinya, pelajaran yang bisa diambil adalah Allah telah membuat stalagtit dengan kekuasaannya, bentuk yang alami tanpa ada campur tangan manusia apalagi teknologi. Disini kita bisa ambil hikmahnya Allah telah menciptakan manusia berpasang2an di dunia ini, perempuan dibuat oleh tulang rusuk laki-laki dan itu adalah jodohnya…SUBHANALLAH penciptaanMu memang selalu sempurna Ya Rabb…
Setelah itu perjalanan menyusuri gua dilanjutkan dengan melihat Stalagtit yang menyerupai paha ayam..wew…paha ayam..hmm yummy..nah yang ini nggak tau apa yang bisa diambil pelajaran untuk kehidupan kita, pastinya semua itu dibuat oleh kekuasaan Allah..Subhanallah…
Menyusuri gua dilengkapi dengan musik..lho kok bisa!! tentu…karena di gua ini juga kita bisa menemukan batu2 yang bisa kita pukul dan mengeluarkan bunyi menyerupai alat musik yaitu Batu Gong dan Batu Kendang..hanya dengan memukulnya ada suara Gong dan Kendang…mantap kannn…!!! dari posisi ini, kita bisa mendongak ke atas untuk melihat kelompok2 kalelawar yang bergantungan di atap Gua…matanya bersorot tajam dan tampak lucu…
Terus kita bisa keluar dengan melewati dasar gua yang berupa tanah asli tetapi tanah ini mengeras dan membentuk ripple-ripple alias bukit2 yang hanya setinggi 2 cm dan berjajar rapi…bagus ya..!!!

Batu Mangkok

Joni dan Linceu….

Batu Kelamin

Batu paha ayam

Kelompok kalelawar yang sedang ngerumpi hihi….

Stalagtit di Gua Parat

Batu Gong

Batu Kendang

Dinding Gua Parat

Keluar dari Gua Parat kita lanjut ke Gua Miring, kenapa disebut Gua miring karena ketika keluar dari gua ini kita harus membungkukkan badan 45 derajat untuk melewatinya. Tetapi bukan ini yang jadi menarik, tetapi di dalam gua ini kita bisa melihat Stalagtit kembali, bukan stalagtit biasa tetapi stalagtit yang menyerupai Pocong dan Kuntilanak widiwww…..sekitar 15 m masuk gua kita bisa dongakkan kepala ke atas dan melihat satalagtit yang betul2 mirip dengan pocong ada ikatan diatas kepalanya, bentuk kepala, ikatan dileher, tangan sedekap, ikatan di badan dan paha, dan ikatan tali di kakinya…hiiiii disini berhasil dibuat merinding…semua itu mengingatkan kematian yang setiap orang tidak akan pernah bisa menghindarinya…”Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati…”
lanjut berjalan sekitar 4 m kedepan dan badan kita harus berbalik dan mendongak ke atas untuk melihat Stalagtit yang menyerupai Kuntilanak …hihihi…kenapa jadi serem2 gini…Stalagtit tersebut punya kepala dengan dilengkapi mulut, mata dan hidung, terus tangannya sedang berada di depan dadanya, terus menggantung kebawah menyerupai kakinya, di pundak sebelah kirinya terdapat stalagtit juga yang berbentuk seperti anak kecil..jadi kuntilanaknya ngegendong anak hiiii seremmm…di tempat kita berdiri di dinding sebelah kanan terdapat dinding yang menyerupai tulang belakang manusia panjang sekali, sampai ke tulang ekor…nah kedua hal ini yaitu Stalagtit kuntilanak dan dinding yang berbentuk tulang belakang nggak tau apa yang mau diambil pelajarannya, pelajaranannya adalah Subhanallah Maha Suci Engkau Ya Rabb yang menciptakan segala sesuatunya dengan indah…
akhirnya kita keluar Gua dengan posisi badan miring…

Cipratan air dari Stalagtit yang jatuh diatas kamera

Dinding Gua Miring yang membentuk tulang belakang

Stalagtit Pocong

Stalagtit Kuntilanak

Dari sini kita bisa motong jalan melalui hutan supaya treknya nggak jauh..terus kembali ke Pantai Putih untuk siap Snorkeling (selam permukaan). Tapi sebelum snorkeling, kubur dulu badan dengan pasir putih..jadi puteri duyung selama 5 menit hahaha….

Time to Snorkeling…pasang pelampung dan perlengkapan snorkeling, sewa peralatannya Rp. 25.000 per orang. Menikmati taman laut yang indah, bersama ikan yang berwarna-warni..melihat karang yang ditumbuhin rumput2 laut yang bergoyang lembut diterpa arus. Posisinya rada ke tengah jadi hati2…1 1/2 jam snorkeling sudah capekk dan puass bangettt…

Siap snorkeling…lets go…

mulai ke tengah…

puasss…..

Perahu yang kami sewa sudah datang..kembali menuju Pantai Pangandaran dan penginapan, untuk bersih2 dan bersiap untuk pulang ke Bandung pukul 02.15 PM….jangan lupa pake baju kembar….

Sister forever with the twin T-shirt

Masuk mobil langsung tidur, ada yang cerita makanan, sekolah, dan aktivitas2 lain..SERUUUUUUU….udah sampai Jatinangor aja..bye teman2 Jatinangor..mokasih untuk kehadirannyo, sampe ketemu lagi di petualangan berikutnyo🙂
Lanjut ke Bandung….!!!! pulang sampe kostan pukul 09.50 PM langsung pingsannnnnn hahaha….

MANTAPPP…perjalanan ke pantai, gua, gunung, hutan, laut…lengkap sudah….

see u next travelling….!!!!

——————————————————————–
Info Biaya :

Biaya travel ELF 2×24 jam : Rp. 1.100.000
Retribusi di Green Canyon dan tiket perahu : Rp. 75.000 per 5 orang
Retribusi di Batu Karas dan Batu Hiu lupa berapa harganya tetapi masing2 lokasi dibawah Rp. 50.000
Retribusi Pantai Pangandaran : Rp. 40.000
Penginapan 1 rumah (3 kamar, ruang tamu, dapur, 3 kamar mandi) : Rp. 300.000
Sewa perahu untuk ke Pasir Putih : Rp. 10.000 per orang
Tambahan biaya ke Batu Mandi-Penangkaran Penyu-Batu Alam : Rp. 15.000 per orang
Bayar Pemandu wisata Paket keluarga : Rp. 75.000
Sewa peralatan snorkling : Rp. 25.000 per orang

5 thoughts on “Green Canyon, Pangandaran dan Sekitarnya

  1. -> KHUSUS UNTUK IQBAL BAE………

    Kalau next jalan2 selanjutnyo, jangan pake baju dan celano yg itu2 be….
    beli lah…. murah kok di pasar baru…..
    wkwkwkwkwk……

  2. ahahaha,,,
    ga sia-sia usaha nyari travelnya sampe mlm,,,
    green canyon & batu hiunya mantap euy,,
    menyenangkan kali snorkelingannya,,,

    like this pokoknya

  3. kotobai ni dekinei dah pokoknya,…
    Subhanallah….nggak berhenti menyebut nama Allah, seneeeeeeeng bgd rasanya, great moment with Permeabilitas,
    thank udah diijinin ikut uni,..
    thank’s jg buat personil ranger yg ditinggal d markas BJ,😀

  4. wah keren bgt ya..a
    jd pingin kesana .. ..tulisannya detail bgt ..bisa buat contekan klo mau kesana..
    thanks yaahh ^___^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s