Mari Ber-Dhuha

Salah satu di antara sekian banyak salat sunnah -setelah salat sunnah tahajjud/qiyamul lail- adl salat dhuha. Ia merupakan salat sunnah yg sering dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah sendiri melakukannya sampai delapan raka’at. Mengenai keutamaannya waktunya hukumnya dan jumlah rakaatnya akan diuraikan sebagai berrikut. Keutamaannya Dari Abu Dzarr ra dia berkata Rasulullah saw bersabda “Hendaklah masing-masing di antara kalian tiap pagi bersedekah utk tiap ruas tulang badannya. Maka tiap bacaan tasbih adl sedekah tiap bacaan tahmid adl sedekah tiap tahlil adl sedekah tiap takbir adl sedekah menyuruh kebaikan adl sedekah melarang keburukan adl sedekah dan sebagai ganti dari semua itu cukuplah mengerjakan dua rakaat salat dhuha.” . Dari Abu Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda “Dalam tubuh manusia itu terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang. Ia diharuskan bersedekah utk tiap ruas itu.” Para sahabat bertanya “Siapa yg kuat melaksanakan itu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Menutup dahak di masjid dgn tanah atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah atau sekiranya mampu cukuplah diganti dgn mengerjakan dua rakaat salat dhuha.” Imam as-Syaukani berkata “Dua hadis di atas menunjukkan betapa besar keutamaan salat Dhuha betapa tinggi kedudukannya serta betapa kuatnya syariat dalam menganjurkannya. Dua rakat salat dhuha dapat menggantikan tiga ratus enam puluh kali sedekah. Oleh sebab itu hendaknya dilangsungkan terus menerus. Selain itu hadis tersebut memberikan petunjuk agar kita memperbanyak tasbih tahmid tahlil menyuruh kebaikan melarang keburukan menutup dahak di masjid menyingkirkan tiap gangguan di jalan dan lain-lain kebaikan. Dengan demikian terpenuhilah sedekah-sedekah yg diharuskan kepada tiap orang pada tiap harinya.” Dari Abu Hurairah ra berkata “Kekasihku Nabi saw berwasiat kepadaku dgn tiga hal yaitu berpuasa tiga hari dalam tiap bulan mengerjakan dua rakaat salat Dhuha dan melakukan witir sebelum tidur.” . Dari Anas ra berkata “Saya melihat Rasulullah saw di waktu bepergian melakukan salat Dhuha sebanyak delapan rakaat. Setelah selesai beliau bersabda ‘Saya tadi salat dgn penuh harapan dan diliputi kecemasan. Saya mohon kepada Tuhan tiga hal lalu diberi dua dan ditolak satu. Saya mohon supaya umatku jangan diuji dgn paceklik dan ini dikabulkan saya mohon pula agar umatku tidak dapat dikalahkan musuh-musuhnya dan ini pun dikabulkan lalu saya mohon agar umatku jangan sampai berpecah-belah menjadi beberapa golongan dan ini ditolak-Nya’.” hadis tersebut sahih}. Waktunya Permulaan waktu salat Dhuha adl di waktu matahari sudah naik kira-kira sepenggalah dan berakhir ketika matahari sudah zawal . Akan tetapi disunnahkan mengundurkan salat Dhuha sampai matahari agak tinggi dan panas agak terik. Hal ini berdasarkan hadis nabi saw di bawah ini Dari zaid bin Arqam berkata Nabi saw keluar menuju tempat ahli Quba’ ketika itu mereka sedang melakukan salat Dhuha lalu beliau bersabda “Salat Awwabin itu sewaktu anak-anak onta telah bangkit krn kepanasan waktu Dhuha.” . Hukumnya Salat Dhuha itu adl ibadah yg disunnahkan. Karena itu barangsiapa menginginkan pahalanya sebaiknya ia melakukannya. Dan barangsiapa tidak menginginkan pahalanya tidak ada halangan bagi dia utk meninggalkannya. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah saw yg diriwayatkan oleh Abu Sa’id dia berkata “Rasulullah saw melakukan salat Dhuha sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Akan tetapi kalau beliau sudah meninggalkannya sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah melakukannya.” . Bahkan Imam Ibnu al-Qayyim sempat menghimpun pendapat-pendapat ulama mengenai disyariatkannya salat Dhuha dan pendapat-pendapat tersebut ada enam pertama sunnah yg dianjurkan. Kedua tidak disyari’atkan kecuali krn ada sebab. Ketiga tidak dianjurkan sama sekali. Keempat dianjurkan melakukannya sewaktu-waktu dan meninggalkannya sewaktu-waktu serta tidak melanggengkannya. Kelima dianjurkan melakukannya di rumah-rumah. Keenam salat tersebut bid’ah. Namun pendapat yg rajih dari kesekian pendapat tersebut adl bahwa salat Dhuha itu sunnah yg mustahabbah sebagaimana pendapat yg telah ditetapkan oleh Ibnu Daqiq al-’Id. Jumlah Rakaatnya Sedikit-dikitnya adl dua rakaat sebagaimana tersebut dalam hadis Abu Dzarr dan sebanyak-banyaknya yg dikerjakan oleh Rasulullah saw adl delapan raka’at sedang menurut yg disabdakannya adl dua belas rakaat. Akan tetapi sebagian ulama berpendapat bahwa tidak ada batasan bilangan rakaat salat Dhuha. Ini adl pendapat Abu Ja’far at-Thabari Hulaimi dan Ruyani dari golongan mazhab Syafi’i. Dalam syarah at-Tirmidzi al-’Iraqi berkata “Saya tidak pernah melihat seorang pun baik dari golongan sahabat maupun tabi’in yg membatasinya hanya sampai dua belas rakaat.” Demikian pula yg dikatakan as-Suyuthi Sa’id bin Manshur sewaktu ditanya ‘Apakah sahabat Rasulullah saw juga mengerjakan salat itu?’ ia menjawab ‘ya di antara mereka ada yg mengerjakannya sebanyak dua belas rakaat ada yg empat rakaat dan ada pula yg terus menerus mengerjakannya sampai tengah hari’.” Diriwayatkan dari Ibrahim an-Nakha’i bahwa ada seorang yg bertanya kepada Aswad bin Yazid “Berapa rakaatkah saya harus mengerjakan salat Dhuha?” ia menjawab “Sesuka hatimu.” Dari Ummu Hani’ berkata “bahwa Nabi saw mengerjakan salat Dhuha sebanyak delapan rakaat dan tiap dua rakaat bersalam.” . Dari Aisyah berkata “Nabi saw mengerjakan salat Dhuha empat rakaat dan menambah beberapa sesuai dgn yg dikehendaki Allah SWT.” Dari Aisyah ra berkata “Rasulullah saw masuk ke rumahku lalu melakukan salat Dhuha delapan rakaat.” . Referensi

    Subulus Salaam Muhammad bin Isma’il as-Shan’ani
    Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia sumber file al_islam.chm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s