The Similar Love Story (Ending Version)

Cerita ini sudah lama sebenarnya akan diakhiri, tapi hanya satu orang saja yang kudengar menceritakan itu padaku, temannya belum ada kabar tentang ini. Jadi kisah ini hanya menceritakan ending dari love story mereka yang beberapa bulan kemarin memang mempunyai kesamaan. Dan disini aku hanya akan menceritakan satu orang saja yang aku sebut dalam ceritaku ini sebagai LLWL (Lowest Low Water Level  – technical term in Ocean Engineering).

LLWL sudah merasakan titik jenuh yang pada cerita sebelumnya memang sudah dicapai, dan kini titik jenuh itu memang sudah bener2 jenuhnya jenuh hehe ***apaan sih…klo disambungkan dengan dunia OE, sang LLWL sudah tercapai setelah kejadian selama 18,6 tahun (satu masa dimana LLWL dan HHWL berada diposisi sangat jauh). Dulunya LLWL dan HHWL itu satu tapi tidak untuk sekarang.

Tahukah kau sahabat bahwa LLWL sudah mengumpulkan semua kesabarannya selama 3 bulan hehe..klo orang hamil itu sudah memperingati 3 bulannya sang jabang bayi, klo istri yang ditinggal suaminya sudah bisa meminta untuk menjatuhkan talak klo di dalam islam, sedangkan kebutuhan pengamatan aja cukup 15 hari saja dan ini sudah 3 bulan alangkah akuratnya sudah data tersebut. Dan sekarang LLWL sudah cukup sabar untuk menahan semuanya. Kerinduaannya pada sang HHWL (Highest High Water Level) sudah tidak bisa dipertahankan mereka sudah berada diposisi yang sangat jauh, tapi berapapun jaraknya sang LLWL masih merasa dekat dengan HHWL (bagaimana dengan HHWL??  Who knows!!) . Jika pada kisah LLWL dan HHWL harusnya nanti mereka akan bertemu pada satu posisi yang sama lagi yaitu average of elevation, tapi pertemuan kali ini sudah berbeda tidak seperti dulu lagi dimana mereka terlihat begitu rukun, sekarang mereka seperti magnet yang mempunyai 2 kutub yang sama dan pastinya akan selalu berjauhan.

Kejadian LLWL dan HHWL akan terus berulang tetapi untuk kisah ini si Low dan si High tidak pernah terulang. Mereka sudah memutuskan untuk berjauhan dengan menyatakan biarlah yang di atas yang mengetahui seberapa besar perasaan rindu untuk kembali ke titik yang satu.

Kawan…seharian kemarin si LLWL sudah banyak merasakan kesalahan dan hari ini LLWL kembali melakukan kesalahan (hmmm kata temen2 dan saudaranya LLWL “itu bukan kesalahan, itu merupakan suatu keputusan yang benar”). Nggak taulah benar atau salah yang pasti LLWL berterimakasih atas semua yang telah diberikan oleh HHWL, THANKS FOR EVERYTHING…..

Sekarang LLWL akan kembali ke posisi semula, posisi dimana dia bebas melakukan apa saja, dia mau bergerak kemana saja. Itu sudah menjadi keputusannya walaupun butuh waktu untuk benar2 merasakan bahwa dirinya bebas.

Begitulah cerita LLWL yang kini sudah berjauhan dengan HHWL dan tidak pernah kembali ke posisi yang sama lagi, mungkin aku pertegas jika dulu LLWL dan HHWL itu satu, sekarang mereka sudah berpisah..ohhh apa jadinya jika di dunia OE  LLWL dan HHWL tidak pernah bertemu lagi. Tapi ini kenyataan yang lain, yang kita lihat dari sisi lain yaitu sisi seni kehidupan yang setiap orang juga mempunyai seni ini. Seni yang terkadang indah sekali terlihat, dirasakan, diraba, dan kini seni itu telah memiliki rasa yang berbeda. Seni itu kini sudah berubah menjadi pemberontakan yang nantinya akan mencapai sebuah kebebasan dan menemukan kedamaian (TSUNAMI kali ya…???).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s