Wedding Ring

Januari 2012 sudah datang..hitung mundur pun dimulai :D

Dimulai dari cari-cari cincin…huaa ini cerita huntingnya sudah dari tahun lalu haha mulai dari model sampe ribut segala mau pake cincin emas, perak atau platina yang harganya selangit. Pertama kali sempet browsing sana sini tentang platina, tau g ternyata satu cincin harganya mencapai 12.5 juta (SATU CINCIN DOANG)..haha we’re not rich enough hanya untuk sebuah cincan seperti itu.

Sebenernya apa sih esensi dari cincin kawin itu sendiri, jaman Rasul dulu tidak ada istilah cincin kawin. Cincin kawin sepertinya justru diadopsi dari budaya barat sana. So bagaimana jadinya klo seorang yang mengaku menganut ajaran Rasulullah tetapi tidak malah berpaling ke budaya barat yang tidak berprinsip pada Islam.

Begini pandangan dari saya tentang cincin kawin/wedding ring yang semoga tidak mendatangkan mudarat bagi pernikahan kami nanti. Masa sekarang godaan bagi wanita maupun pria itu sangat besar sekali, cerita dari orang tua atau teman yang selalu menyematkan kata hati2 dalam menjaga hubungan pernikahan itu seperti amanah besar bagi calon pasangan suami istri nanti. Godaan bisa datang dari pihak internal yaitu kita sebagai istri ataupun sebagai suami, tetapi godaan dari pihak eksternal juga terkadang tidak kita sadari menyelusup masuk dalam kehidupan pernikahan. Sebagai contoh jika wanita merasa aman dengan hijab untuk menghindari godaan para lelaki nakal selama sang wanita berada diluar rumah, maka filosofi yang sama juga berlaku untuk sang istri yang telah menjaga hijabnya juga akan lebih nyaman berada diluar rumah dengan adanya cincin ditangannya yang menandakan dirinya telah menjadi istri oranglain, pada dasarnya ini kembali ke individu masing-masing seberapa kuat amanah istri menjaga nama baiknya ketika sang suami tidak didekatnya. Tetapi dengan adanya cincin yang disematkan dicari sang mempelai wanita/pria ketika hari suci pernikahan, maka amanah untuk menjaga diri dari gangguan pria/wanita diluar insyaallah akan tereduksi.

Bukan tidak percaya sama suami kita atau istri kita yang sedang berjauhan dengan kita hendak bermain nakal atau malah selingkuh (naudzubillah), tetapi bukannya dengan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan juga adalah salah satu peran sebagai seorang istri atau suami nantinya.

Bagi saya, kehidupan istri yang bekerja di kantor dengan segala macam pekerjaannya ditemani oleh klien-klien yang mayoritas laki-laki dan sering keluar kota untuk survei atau sekedar meeting, merasa lebih save dengan identitas sebagai istri dengan adanya cincin ditangan. Identitas saya tidak perlu dideskripsikan secara jelas karena sudah tersirat dengan adanya sebuah cincin di tangan kanan.

Intinya wedding ring yang kami beli diniatkan untuk menjaga diri dan menunjukkan identitas bahwa kami telah menikah. Bukan untuk niat sebagai hiasan atau malah memubzirkan harta dengan sepasang cincin kawin.

Nah dengan prinsip diatas, cincin kawin yang akan dibeli haruslah tidak mendatangkan mudarat bagi si pemakai (insyaallah). Sehingga nilai-nilai islam tetap jadi kiblat bagi kami. Nggak lucu kan nikah niatnya sebagai ibadah malah jadi dosa hanya karena cincin doang (naudzubillah).

Akhirnya diputuskan cincin yang dibeli emas untuk si calon istri dan perak untuk si calon suami :)

Tau nggak dari segi harga ini sangat-sangatlah jomplang (istilah orang jawa), alias nggak seimbang..yang untuk istri ada “jt”nya yang untuk suami 1/10 dari harga cincin si istri…huks calon suamiku jangan bersedih hati ya, harga perak memang murah kok :p

Awalnya sempet diskusi (adu argumen lebih tepatnya :D) tentang pendapat yang berbeda mau beli emas aja trus dipake pas hari H pernikahannya trus abis itu disimpen, bantahannya tetap aja sudah pake emas dan itu NGGAK BOLEH. Hmmm gimana klo beli perak dua-duanya : murah meriah euy..oke setuju..tapi orang tua yang nggak setuju, kata ortu ya belinya satu emas dan satu perak. *Sigh…

Oke keputusan sudah diambil, perkataan orangtua itu banyak benarnya dimana-mana (nggak berani bantah :D). Akhirnya dari nanya sana sini sama temen-temen yang sudah merit ataupun hendak merit mereka banyak yang beda-beda juga cincinnya, atau malah ada yang keduanya cincin emas :D

Dari hasil tanya sana-sini akhirnya kita ke Pasar Kosambi Bandung, mulai cari cincin disini dan ketemu Toko Buana namanya tokonya besar banyak banget modelnya disana (baru nyadar kenapa mesti browsing2 model cincin di google, padahal si toko banyak menyediakan). Di sepanjang jalan Pasar Kosambi ini banyak banget toko emas, toko khusus perak juga ada, tapi tidak semua toko bisa menerima pesanan cincin satu emas dan satu lagi perak. Nah si Toko Buana ini bisa membuat cincin dari bahan yang berbeda, akhirnya pilihan jatuh pada cincin yang ada gelombang-gelombangnya lucu deh :D (basic Teknik Kelautan nggak mau dihilangkan :p). Harga buatnya juga murah 300 ribu untuk 2 cincin :)

Langsung DP dan seminggu saja cincinnya udah jadi, tapi belum di ambil sekarang, harusnya jadinya hari Senin kemaren, tapi si mister masih di Jakarta, hehe rencananya diambil akhir minggu ini. Semoga jadinya memuaskan :)